Denny Santoso, S. Kom, SAC. Dip., CSN

Indonesia Sport Nutritionist
Browse » Home » Nutrition » Rambut Rontok Setelah Ikut Fitness

Rambut Rontok Setelah Ikut Fitness

Kemarin ketika saya sedang berada di gym saya, Atlas Malang untuk acara pemotretan salah satu atlit Ultimate, Cornelis Amo, ada seorang Personal Trainer Ultimate yang sedang bersama clientnya. Setelah selesai memberikan instruksi kepada team foto, saya sempatkan mendekat ke seorang ibu yang sedang berlatih bersama PTnya tadi. Ada satu kejanggalan di mata saya, ketika melihat ibu tersebut melakukan bench press di mesin dengan hitungan yang sangat banyak. Saya pikir, apa saya yang salah teori bahwa reps harus pendek. Saya tanya ke PT nya, ‘emang berapa reps sih tadi?’ PT tersebut mengatakan, sekitar 20 reps. Saya pikir, wah, ini jumlah yang sangat banyak untuk 1 set. Saya kembali nanya, ‘apa ga terlalu banyak tuh? Bebannya ga terlalu ringan?’

Si PT tersebut langsung bilang bahwa ibu tadi memang susah sekali kalau diberitahu. Dalam hati saya berpikir, buat apa pakai Personal Trainer kalau semua set dan repetisinya diatur sendiri. Tapi ya udah lah, dan si PT juga bercerita bahwa ibu ini katanya tidak mau besar seperti cowok, dan sangat ga mau minum yang namanya suplemen, terutama whey protein. Takut besar. Si ibu yang mendengar saya ngobrol bersama PTnya, langsung ikutan ngobrol, dan mengatakan bahwa dia gampang sekali berotot, sambil menunjukkan tangannya dan menunjukkan ke ‘otot-ototnya’. Saya sambil ketawa bilang, ‘bu, itu bukan otot, tapi urat, jangan disamain’. Dia bilang dulu sebelum fitness ini ga keliatan, sekarang semakin keliatan meskipun masih samar-samar. Sekali lagi saya bilang ‘kalau otot sudah mulai keliatan itu berarti lemaknya sudah semakin tipis’.

Ibu tadi terus bercerita tentang ketakutannya dia menjadi berotot, kemudian ketakutan memakai whey protein. Kemudian saya jadi penasaran dan tertantang pengen coba mendebat. Saya membenarkan beberapa argumen ibu tadi yang kebetulan masuk di akal, dan saya jelaskan bahwa background saya juga sebagai konsultan diet, nutrisi dan fitness. Kemudian saya nanya, ‘bu, biasanya nih, yang kekurangan protein, tanda-tanda awalnya tuh rambut mulai rontok lho, gimana dengan ibu?’ Ibu tersebut kaget sambil menjawab, ‘iya lho, ini dah rontok banget, dah tinggal seperempat, dah ke dokter mana-mana, dah ke salon mana-mana tapi masih rontok, saya juga ga ngerti kenapa bisa rontok, karena saya juga tidak makan apa-apa yang aneh-aneh yang kira-kira bikin rambut rontok lho’.

Kena deh pikir saya, saya jelasin aja tentang konsep bahwa kalau kita kekurangan protein, maka organ-organ tubuh kita mulai tidak bisa diperbaiki secara sempurna, dan yang tampak langsung adalah rambut mulai rontok. Saya jelaskan juga mengenai kebutuhan protein, dan berapa yang selama ini dia makan masih tidak mencukupi. Dan setelah ngobrol beberapa saat, ibu itu juga mengatakan bahwa rambutnya rontok, setelah dia mulai ikut fitness. Dia mengatakan bahwa makananya tetap, dan tidak berubah, tapi rambutnya jadi rontok. Hal ini sangat jelas membuktikan bahwa ketika dia melakukan fitness, kebutuhan protein langsung meningkat, sehingga yang biasanya cukup untuk memperbaiki sel-sel rambut, sekarang jadi kurang karena dipakai untuk memperbaiki sel-sel ototnya.

Di akhir pembicaraan, akhirnya ibu yang anti suplemen tersebut mau mencoba membeli whey protein. Saya juga mengatakan, coba dulu aja, 1 minggu dulu, sehari minum 2x, setelah latihan sekali untuk perbaikan ototnya, dan sebelum tidur sekali lagi untuk perbaikan sel-sel tubuh yang lain ketika tidur. Kalau 1 minggu jadi ga rontok, protein boleh diteruskan. Dengan saya sebut timeframe 1 minggu tersebut, ibu itu keliatan menjadi lebih tenang. Saya juga mengatakan kalau 1 minggu pakai whey, otot juga tidak bakal bisa menjadi besar kayak cowok koq, sambil menenangkan beliau :P

Kalau dilihat seperti ini, betapa kita semua melihat bahwa pengetahuan nutrisi di sekitar kita sangat dangkal. Masih sangat perlu untuk memberikan informasi-informasi yang tepat. Padahal pada waktu kita bayi, kita juga minum suplemen berupa susu bayi, kenapa tidak ada yang complain ? :)

Denny Santoso, S. Kom, SAC, Dip. CBA, Certified Sport Nutritionist
www.sportindo.com, www.dennysantoso.com - YM: cobramania
www.friendster.com/cobramania
Tips Latihan, Pola Makan dan Panduan Suplementasi Ultimate Nutrition

Posted in Nutrition

8 Responses to “Rambut Rontok Setelah Ikut Fitness”


Ken April 10th, 2008 at 9:01 am

Hm.. cm comment ja dikit

Selama ni, Q workout, g pernah banyak rambutQ rontok. Yaa normal² ja lah. Apalagi setelah berambut pendek begini (dulu gwondrong seperti Gugun gwondrong).

Cuma ya.. kalo lagi stress, kecapek’an, nutrisi n istirahat kurang. itu aja yang bikin rambutQ rontok, n juga g banyak banget, ketahuan waktu keramas.

Sekarang ini udah banyak salon, n nutrisi untuk rambut, jangan sampe lah gara² rambut aja kita terhambat untuk sehat.

Tetap semangat untuk berolah raga. Chayyooww..!!

^_^

Andrew Ardianto April 10th, 2008 at 11:26 am

It is such a sad fact that, having lack of knowledge, most people (especially Indonesian) don’t bother to find out or at least ask about something. We tend to make excuses by saying, “I don’t have time to read.”

Whenever such question arises, it’s time that we must also ask ourselves, “Do we really have no time, or is it merely because we don’t bother to MANAGE our time as such to seek wisdom and knowledge?”

Good on u mate…

Jeffry Tenggara April 15th, 2008 at 10:38 am

lucunya, kadang saya merasa orang Indonesia ini memang merasa tahu semuanya. Pernah tetangga saya konsultasi ke saya tentang penyakit jantung, setelah saya jelaskan apa itu penyakit jantung, dia menyanggah dengan ilmu dengarnya (yang dia dengar di jalanan)dan justru memberi saya “kuliah pendahuluan” singkat. ya saya cuma ketawa saja mendengan penjelasan “profesor” ini

Lin May 5th, 2008 at 8:56 am

WRP mengganti sarapan dan makan malam dengan WRP Nutritious Drink, lalu makan siang normal yang mencakup karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Kalo misalkan aku melakukan diet dengan WRP (misal, coba WRP 6 days pack) dan olahraga (mis.fitnes), apakah kebutuhan karbohidrat, kalori, protein, dll. untuk tubuhku mencukupi? Kalo tidak, harus nambah apa di bagian mana? Thanks atas penjelasan Koh Denny :)

Denny Santoso May 5th, 2008 at 3:52 pm

WRP 6 days pack emang proteinnya berapa banyak? Yang pasti protein minimal 1 sampai 1.5x berat tubuh kita. Kalau berat 50kg, berarti bisa sampe 75gram protein dalam sehari. Coba kamu hitung deh

Lin May 7th, 2008 at 10:48 am

WRP 6 days pack proteinnya 24gram per hari yang terdiri dari 4 sachet WRP Nutritious Drink, 2 sachet untuk sarapan & 2 sachet makan malam, ditambah 4 keping coklat cookies untuk cemilan/selingan. Kalo berat badanku 60kg berarti memerlukan protein kira2 sebanyak 90gram, 90-24=66gram lagi bisa didapat dari lunch. Pertanyaannya, apa saja dan berapa banyak yang harus dikonsumsi untuk mencukupi kebutuhan protein tersebut?? Jangan yang mahal2 koh, misalkan tahu atau tempe, bagaimana diolahnya dan berapa banyak yang boleh dikonsumsi? Thaks sebelumnya :)

Denny Santoso May 7th, 2008 at 11:23 am

100gram ayam, sekitar 18-20gram protein. berarti butuh 300gram ayam, itu aja dibagi2 makannya, pokok masuk sehari semua nya:)

supardi June 17th, 2008 at 9:23 pm

ko kalo kurang karbo bs rontok gx rmbut nya..?



Leave a Reply