Denny Santoso, S. Kom, SAC. Dip., CSN

Indonesia Sport Nutritionist
Browse » Home » Bakar Lemak, Diet » Pengaruh Metabolisme terhadap Pembakaran Lemak

Pengaruh Metabolisme terhadap Pembakaran Lemak

METABOLISME - kita sering sekali mendengarkan kata-kata ini ketika membahas hal-hal yang berhubungan dengan berat badan. Yang gendut kita bilang, ‘wah metabolismenya lambat / pelan’, sedangkan yang kurus kita bilang, ‘wah enak banget metabolisme kamu cepat, jadi tidak bisa gemuk meskipun makan apa aja’. Memang faktor genetik menentukan seberapa cepat metabolisme kita, tetapi tahukah kita bahwa metabolisme kita bisa berubah-ubah? Bahkan kita bisa memprogram kecepatan metabolisme kita?


Yang sering dianggap sebagai metabolisme sebenarnya adalah BMR yaitu singkatan dari Basal Metabolic Rate. BMR adalah jumlah energy yang dibutuhkan tubuh kita hanya untuk hidup, tanpa melakukan kegiatan apa-apa, ketika kita dalam posisi berbaring, dan perut kita juga sedang tidak mencerna. BMR akan semakin berkurang seiring dengan usia kita.

Rumus BMR yang sering digunakan adalah sebagai berikut:

Laki2: BMR = 66 + (13.7 x berat kg) + (5 x tinggi cm) - (6.8 x umur th)
Perempuan: BMR = 655 + (9.6 x berat kg) + (1.8 x tinggi cm) - (4.7 x umur th)

Kalau kita melakukan kegiatan selain berbaring seperti yang disebutkan di atas, BMR dikali dengan angka dibawah ini:

Inactive, Little or no exercise, desk job — Laki2: 1.4, Perempuan: 1.4
Light, Some light daily exercise — Laki2: 1.5, Perempuan: 1.5
Moderate, Regular aerobic exercise — Laki2: 1.78, Perempuan: 1.64
Heavy, Energy-intensive job or serious athlete — Laki2: 2.1, Perempuan: 1.82

Contoh: Sri, Perempuan, berat 70kg, tinggi 167cm, umur 28, aktivitas moderate
BMR = 655 + 672 + 300 - 131 = 1496
Kebutuhan energy = BMR x 1.64 = 2453.

Setelah kita bisa menghitung kebutuhan kalori kita sehari-hari, kita jadi tahu bahwa tubuh kita membutuhkan x kalori untuk bertahan hidup dan melakukan kegiatannya sehari-hari. Tetapi hal ini sering disalahartikan oleh kebanyakan orang.

Kebanyakan orang berpikir (atau kalau saya boleh bilang, SEMUA ORANG berpikir), kalau saya makan segini banyak aja gendut, berarti saya harus harus mengurangi makan. Mengurangi makan bisa kurus, berarti semakin sedikit saya makan, saya bisa lebih cepat kurus. Dari pemikiran tersebut, hampir semua orang, berusaha makan sehari cuma sekali atau dua kali saja demi mempertahankan rumus dokter pribadinya yang katanya kalau ‘kalori yang masuk lebih kecil daripada kalori yang keluar maka kamu akan kurus’.

Beberapa orang dengan semangat baja bahkan berhasil makan sesedikit mungkin, dan menambah jumlah olahraganya, supaya kalori yang masuk ke tubuh bisa lebih kecil lagi. Berhasilkah mereka menurunkan berat badan? Ternyata tidak ada yang berhasil. Mungkin satu atau dua orang berhasil, tetapi ketika mereka berhenti diet, dan kembali makan normal, berat badan mereka langsung naik kembali ke titik awal bahkan lebih berat lagi.

Memang benar, seperti contoh di atas, bahwa kebutuhan energy Sri adalah 2453 kalori, kalau dia diet sehingga kalori yang masuk cuman 1000 sehari, pemikiran kita adalah dia sudah menepati rumus dokternya yaitu kalori masuk (1000) < kalori keluar (2453). Tetapi yang lepas dari perhatian Sri adalah, ketika dia mengurangi jumlah kalorinya sedemikian drastis, BMR tubuh yang sebesar 2453 tersebut berubah juga menjadi LEBIH KECIL.

Kita tidak bisa menghitung berapa lebih kecilnya, tetapi tubuh hanya mengerti 1 hal, yaitu si pemilik tubuh dalam keadaan bahaya, kurang makan, dan mungkin saja sedang terdampar di tengah laut tanpa makanan sambil menunggu regu penyelamat datang. Kita tentunya sering mendengar bahwa korban gempa bumi, terkubur reruntuha selama 5 hari tidak makan dan masih bisa diselamatkan dan tetap hidup. Bayangkan saja kalau selama 5 hari tanpa makanan sama sekali, sedangkan BMR dia tetap 2453, tentunya 2 hari saja sudah mati kelaparan dan kehabisan lemak sebelum sempat diselamatkan. Tetapi tubuh kita adalah mesin yang sangat canggih, ketika kita mengkonsumsi kalori yang dibawah standard, tubuh akan masuk ke mode BERTAHAN HIDUP atau mode DALAM BAHAYA. Sehingga angka 2453 tadi akan diturunkan untuk menghemat cadangan energy dalam tubuh. Dan fatalnya adalah ketika tubuh dalam kondisi seperti ini, makanan apapun yang masuk, akan disimpan menjadi lemak karena tubuh takut tidak tahu kapan ada makanan lagi. Tubuh melakukan penghematan energy, seperti kita kalau job lagi seret, tentunya akan melakukan penghematan uang, karena tidak tahu kapan kita akan mendapatkan uang lagi.

Tubuh kita memang canggih tetapi tetap tidak bisa membedakan, kalori rendah yang kita konsumsi itu apakah kita sedang dalam diet dengan tujuan menurunkan berat badan, ataukah kalori rendah itu berarti kita sedang dalam bahaya atau terdampar di suatu tempat tanpa makanan.

Solusi untuk menurunkan berat badan adalah mengurangi kalori sebesar 500 kalori saja per harinya. Bisa dengan cara mengurangi makan sebesar 500 kalori saja, atau makan dengan jumlah yang sama tetapi menambah olahraga dengan pembakaran sebesar 500 kalori. Atau bisa dengan mengkombinasi keduanya, misalnya diet mengurangi 300 kalori makanan, dan olahraga membakar kalori sebesar 300 kalori. Jangan salah langkah dengan mengurangi makanan sebesar 500 kalori dan berolahraga juga sebesar 500 kalori karena totalnya akan menjadi kekurangan sebesar 1000 kalori. Dan hal itu sekali lagi akan menurunkan BMR kita.
Yang kedua adalah untuk memprogram BMR supaya tetap tinggi, kita harus makan sesering mungkin, dan yang disarankan adalah 5-6x makan terbagi atas 3 makan utama dan 2-3x snack.

Makan 6x dengan jumlah kalori yang dihitung, misalkan kita mau diet sebesar 2000 kalori, maka bukan berarti kita makan full 6x penuh seperti makan biasa, tetapi bagilah jatah 2000 kalori itu menjadi 6x.

Secara kasar bisa disimpulkan kalau kebutuhan energy sehari Sri sebesar 2453, tetapi misalnya, karena dia makan terlalu sedikit, sehingga kalori yang masuk cuma sebesar 1000 kalori saja (padahal diet yang benar seharusnya cuma mengurangi sekitar 500 saja), maka rumusnya akan menjadi 2453-500 = 1953. kebutuhan energy 1953 sedangkan makanan yang masuk cuma 1000. Maka defisit sebesar 953 kalori ini lah yang berbahaya. Ketika defisit ini terjadi, tubuh akan berusaha mengembalikan defisit ini dan inilah yang akhirnya menjadi efek yo-yo diet. Yaitu setelah turun drastis dan tidak lama kemudian berat badan akan kembali naik dengan cepat.

Semoga artikel ini bisa membuka wawasan kita dan mulai mengatur pola makan kita sehingga pembakaran kalori di tubuh kita terjadi secara maksimal. Good luck.

Denny Santoso, S. Kom, SAC, Dip. CBA, Certified Sport Nutritionist
www.sportindo.com, www.dennysantoso.com - YM: cobramania
www.friendster.com/cobramania
Tips Latihan, Pola Makan dan Panduan Suplementasi Ultimate Nutrition

Posted in Bakar Lemak, Diet

26 Responses to “Pengaruh Metabolisme terhadap Pembakaran Lemak”


Ken April 8th, 2008 at 8:31 am

Good Article..

Banyak sindir BMR Q ne..

Buat Q, berarti :
BMR = 66 + (13,7 x 55) + (5 x 163) - (6,8 x 29)
BMR = 819,5 + 815 - 197,2
BMR = 1.831,7
Kebutuhan energi = 1.831,7 x 1,78
Kebutuhan energi = 3.260,4

Wow.. banyak bwanget..
Yang jadi pertanyaan.. ?
Gimana kita bisa menghitung kalori yang masuk ke tubuh kita dari makanan yang masuk per hari/ per saji nya..?
Dengan tujuan untuk membandingkan, apakah kalori yang masuk itu lebih apa kurang dari BMR dan kebutuhan kalori per hari nya..

Thanx ^_^

Lin April 8th, 2008 at 9:14 am

Iya Ko, pertanyaan saya = pertanyaan Ken. Qta sebagai orang awam kurang mengerti makanan apa mengandung berapa kalori… tengkyu :)

Denny Santoso April 8th, 2008 at 9:22 am

@Ken, gimana 819,5 + 815 -197.2 = 1831,7 sih ???? Hasilnya yang benar adalah 1437.3. Itu kecil banget. Dikali 1.78 pun masih 2558.39.

Untuk menghitung jumlah kalori yang masuk ? Baca buku yang isinya daftar kalori makanan. Kita kerja juga perlu ngerti cara membaca mata uang, kita makan juga harus mengerti berapa kalori yang masuk. Karena kita peduli kesehatan dan peduli apa yang masuk ke tubuh kita.

Ken April 8th, 2008 at 10:02 am

Oh iya, ralat

BMR = 819,5 + 815 - 197,2 = 1437.3
Kebutuhan energi = 1.437,3 x 1,78 = 2.558,39 kal

Okay.. Q belajar lagi, teknik I/O (Input/Output) Kalori buat ngitung Kalori yang I/O ke tubuh kita..

^_^

konaksi April 8th, 2008 at 12:12 pm

hai ko denny,sukses neh blognya hehehe

Denny Santoso April 8th, 2008 at 2:12 pm

@Konaksi, thank you ya :)
@Ken, rumus kalori in < kalori out, tidak selamanya berlaku, artikelku sudah menjelaskan itu semua :)

Chan April 8th, 2008 at 2:29 pm

Ko, sebetulnya kalo kita mau nambah berat, berarti kita kudu nambah supply kalori. Bener gak? Terus bukannya itu bikin perut jadi buncit. I mean disamping juga gym yah. Karena kayaknya gitu deh, nambah berat pasti kan dimulai dari perut dulu. Gimana tuh ko?

Denny Santoso April 8th, 2008 at 3:19 pm

Iya emang pasti perut kena dulu, tapi itu berat berarti nambah muscle kan ? Soalnya setelah muscle mekar, ntar bisa pake program diet lagi buat buang fat nya sambil nahan musclenya

Hans April 9th, 2008 at 12:34 am

Pak, bagi orang yang melakukan olahraga hanya 1 kali dalam seminggu maka orang tsb termasuknya ke group mana? Light atau moderate??
misalnya : panjat tebing atau lari lintas alam…Thx

Frederika April 9th, 2008 at 9:04 am

Denny, thanks for the info.

aku mau nanya ya..
apakah aktifitas yang banyak menggunakan otak(berpikir keras..) akan menggunakan/menghabiskan kalori yang lebih banyak?

Denny Santoso April 9th, 2008 at 9:06 am

Sebenarnya tidak ada ukuran pasti pak, untuk masuk ke light atau moderate, karena orang yang misalnya masuk ke moderate juga bisa ditanya, seberapa moderate ? Pasti banyak faktor, perhitungan BMR ini cuman sebagai guideline kasar aja untuk menghitung kurang lebihnya saja

Denny Santoso April 9th, 2008 at 10:53 am

@ frederika, ya, otak meskipun kecil, sangat menghabiskan energy, ketika kita tidur saja, otak masih tetap menggunakan energy cukup tinggi. Apalagi ketika dipakai berpikir keras.

dara April 9th, 2008 at 9:31 pm

hellow there…

deny bnr tentang salah satu cara ngitung kebutuhan energi per hari yg dia ajuin adalah rumus Harris Benedict di ilmu gizi masih banyk bgd rumus2 yg lain…

tp mo nambahin aj jgn lupa klo kita mau ngitung kebutuhan energi kita harus tau status gizi awal kita apa…

salah satunya pake IMT (Indeks Massa Tubuh) dengan rumus BB dlm kg / (TB dlm m dikuadratin)
nah klo IMT 18,5 - 23,5 itu termasuk status gizi normal/baik jadi klo ngitung kebutuhan energi bole bgd pake berat aktual..tapi klo lebih harus dicari dulu berat badan idealnya baru pake itu..

gtu mungkin tambahan dari saya…

ow yah klo ad yg mau minta diterjemahkan kalori segitu berapa banyak makanannya bisa saya bantu….

skrg saya lagi ngambil internship gizi kesehatan di ugm…

oke deny god Job….
seneng bisa gabung disini….

tetap sehat!!!!!!!!!!!

Denny Santoso April 9th, 2008 at 9:47 pm

Hi dara,

thank you banget buat inputannya, memang Body Mass Index digunakan dalam menghitung kondisi ideal.

Sang April 10th, 2008 at 2:32 am

Ko’…prakteknya di mana sih?
kayaknya lebih jago nih dari spesialis gizi yang ada di gym gw…mau donk konsul penyusunan menu…buku daftar kalori makanan belinya di mana ya?

Andrew Ardianto April 10th, 2008 at 11:30 am

It seems that now you should think of getting a nutritionist’s license to open a practice… Hahahaha… :D

Denny Santoso April 10th, 2008 at 12:32 pm

I do have certification in Sport Nutritionist, also I have Career Diploma in Diet & Nutrition Advisor and Sport Nutritionist too :) Finishing my Nutritional Therapy yesterday too, waiting for my final exam result this week :P haha

Stella April 29th, 2008 at 7:26 pm

Mas Denny,

Kalo mo consult via YM, boleh gak? Kira2 tiap hari apa Mas Denny bisa diganggu, dan jam berapa?

Makasih banyak ya.

Denny Santoso April 29th, 2008 at 9:06 pm

Boleh aja kalo mau nanya lewat YM, anytime bisa, kl misalnya saya sibuk, saya ga bales dulu, ntar pasti saya bales. Thx:)

iwan May 28th, 2008 at 2:05 pm

mas aku udah baca artikel dimajalah sportindo.com trus aku baca masalah pembakaran kalori atau pembakaran lemak, rumus dimajalah tersebut dikatakan (melalui sampel chart untuk lemak dan energy) yaitu (220-umur)*0.65=lemak yang dibakar dengan gerakan tertentu
trus kalo (220-umur)*0.70=energy/kalori yang terbakar

jadi kesimpulan yang saya ambil adalah salah olahraga maka salah pembakaran yang terjadi nah pertanyaannya:

1. boleh minta daftar gerakan apa saja untuk membakar lemak segala usia dengan asumsi (220-umur)*0.65=..?
dan juga geraka yang membakar kalori dengan asumsis(220-umur)*0.70=..?

jadi gak salah gerak dalam menurunkan berat badan

thank mas atas infonya tapi dibalas ya mas…

iwan May 28th, 2008 at 2:14 pm

mas mau tanya lagi ini:

1.berapa jenis tujuan(goal fitness) setau saya: lost fat,muscle building and sixpack,apa ada lagi?
2.saya ikut fitnes,Gerakan apa saja yang saya harus lakukan untuk memaksimal kan pembakaran lemak?
3.saya pernah baca setiap gerakan kadang ada bagian yang perlu di perlambat atau di percepat. Apakah mas punya analisa detai tentang “MOTION” tersebut disetiap gerakan?

makasih mas..jawabannya di tunggu di Email ya…

Denny Santoso May 28th, 2008 at 5:43 pm

@iwan, menjawab pertanyaan pertama, olahraga tuh gerakannya bebas, apa saja, ASAL detak jantungnya 65% itu tadi.

kemudian tentang posting kedua;
1. Goalnya banyak, mau fit juga bisa (toh namanya aja ‘fitness’)
2. ini maksudnya gerakan apa? Angkat beban? Cardio?
3. Normal saja, kadang ada yang terlalu cepet sehingga memantul gitu gerakanya. Kadang ada yang terlalu lambat sampai aneh gitu ngeliatnya:)

Denny Santoso, S. Kom, SAC. Dip., CSN » Blog Archive » Cek Metabolisme Anda! July 20th, 2008 at 9:28 am

[...] tulisan saya terakhir tentang Pengaruh Metabolisme terhadap Pembakaran Lemak, banyak pertanyaan masuk tentang cara menghitung Kalori sehari-hari. Meskipun saya sudah memberikan [...]

vivi October 31st, 2008 at 6:55 pm

ko den, kalo misalnya dalam waktu seharian itu ga ada kerjaan berat selain fitness kan kalorinya juga numpuk di badan donk.
setelah aku hitung2 tadi kebuthan kalori ku itu dalam sehari 2353 kalori untuk kurus kurangin 500 kal jadi 1835 kal.itu untuk seluruh kegiatan seharian termasuk fitnes kan, berarti kalo fitness habisin kal 500 kal jg gpp donk?? mksdnya gmn se mpe defisit 1000 kal segala, ko? aku ga ngerti. . .

Denny Santoso November 1st, 2008 at 4:53 pm

iya, pokoknya total defisit 500. Tetapi sekali lagi, Vivi jangan terlalu perfeksionis dan idealis. Paling gampang adalah latihan aja yang berat, makan yang sekenyangnya, 5-6x sehari, trus liat di cermin, progress seminggu bagaimana, kalau lemak berkurang berarti dah ok, kalau masih tetap, berarti ada yang harus diubah. Selalu evaluasi seperti itu. Jangan pakai hitung2an, karena ada orang yang makan ice cream byk juga ga bisa gendut, tapi ada yang gampang gendut. Badan orang memproses kalori beda2

daud yuliawan November 27th, 2008 at 10:37 pm

mas mau tanya. selain perhitungan bmr diatas sy juga pernah lihat rumus: BMR= 0,75(0,74x(sistole-diastole)+(Tekanan nadi-72)) tapi pas sy ngitung kok gak bisa seperti BMR org normal ? kan klo nilai normal hasilnya kurang lebih 1700 kkal tapi dengan rumus itu sy cm dapat angka puluhan saja misal 42…… mohon dijelaskan mengenai rumus yang menyertakan Tekanan darah tersebut.



Leave a Reply