Olahraga Saat Kehamilan

Bila sebelumnya saya sudah mengulas mengenai latihan apa yang dapat dilakukan setelah melahirkan, kali ini saya akan membahas mengenai latihan apa yang dapat Anda lakukan di dalam masa kehamilan.

Beberapa pertanyaan yang sering diajukan mengenai topik ini adalah
1. Apakah olah raga aman untuk ibu hamil?
2. Apakah olah raga dapat mempengaruhi perkembangan janin?
3. Apakah manfaat dari olah raga saat kehamilan?
4. Adakah panduan untuk aktifitas saat kehamilan, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan?
5. Latihan apakah yang terbaik dan aman?

Saya akan mengulas pertanyaan diatas satu persatu

Apakah olah raga aman untuk ibu hamil?
Pada umumnya wanita dapat melakukan aktifitas olah raga selama kehamilan walau namun dengan beberapa modifikasi tertentu. Beberapa kondisi yang menghalangi aktifitas olah raga pada kehamilan adalah:
- perdarahan baik dalam jumlah banyak atau hanya flek
- plasenta letak rendah
- riwayat keguguran sebelumnya
- riwayat persalinan prematur sebelumnya
- sudah terjadi kontraksi
- hipertensi saat kehamilan

Kondisi lain dimana olah raga dapat dilakukan namun dengan pengawasan dokter secara ketat adalah
- Diabetes
- Anemia
- Penyakit tiroid
- Penyakit jantung

Apakah olah raga dapat mempengaruhi perkembangan janin?
Hingga saat ini tidak ada bukti yang menyatakan bahwa olahraga yang tepat memiliki efek yang berbahaya bagi janin. Penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh dari olah raga terhadap kejadian keguguran, kelainan janin, atau persalinan prematur, namun sebaliknya, tidak ada penelitian yang menunjukkan manfaat olah raga dalam meningkatkan health outcome dari janin

Apakah manfaat dari olah raga saat kehamilan?
Bila tidak ada manfaat pada janin, jadi apakah manfaat olah raga saat kehamilan? Olah raga memiliki peran penting dalam kehamilan. Olah raga dapat meningkatkan angka penurunan berat badan setelah melahirkan, selain itu olah raga juga terbukti menurunkan rasa sakit dan membuat persalinan menjadi lebih mudah. Olah raga selama kehamilan dapat menurunkan keluhan seperti konstipasi, sakit pinggang, rasa lemas dan varises vena.

Adakah panduan untuk aktifitas saat kehamilan, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan?
Panduan dibawah ini merupakan panduan umum untuk olah raga dalam kehamilan, namun harus diingat bahwa tiap ibu hamil memiliki kondisi medis yang berbeda sehingga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anda terlebih dahulu sebelumnya.

  • Olah raga rutin 3x seminggu lebih baik dibandingkan dengan jadwal yang tidak teratur
  • Mulailah dengan pelan dan dengan intensitas rendah
  • Selama kehamilan trimester kedua dan ketiga hindari olah raga dengan posisi terlentang karena akan mengganggu aliran darah ke janin
  • Hindari olah raga dengan aktifitas tinggi hingga membuat nafas anda terengah engah, karena hal ini menunjukkan bahwa sudah terjadi gangguan aliran oksigen bagi anda dan janin anda.
  • Hindari olah raga yang menimbulkan trauma pada perut
  • Hindari dehidrasi terutama pada trimester pertama
  • Pemanasan yang baik sebelum mulai berolah raga.

Latihan apakah yang terbaik dan aman?
secara umum anda dapat melakukan banyak ragam aktifitas olah raga seperti cycling, berenang, atau aerobik dengan intensitas rendah dan dengan pengawasan seorang trainer. Jalan kaki dan jogging juga masih dapat dilakukan namun tidak disarankan untuk kehamilan usia tua. Latihan beban dapat anda lakukan dengan penekanan untuk meningkatkan kekuatan otot bagian atas tubuh dan bagian perut. Latihan perut dilakukan dengan cara melatih kontraksi otot perut secara rutin saat bernafas, hal ini dapat membantu anda dalam proses persalinan

Artikel ini merupakan suatu panduan umum bagi ibu hamil dalam melakukan aktifitas olah raga, namun perlu kami tekankan sekali lagi bahwa konsultasi dengan dokter sebelumnya merupakan hal yang wajib dilakukan.

Semoga bermanfaat

dr. Jeffry Tenggara
Chief Residen Penyakit Dalam
FKUI-RSCM

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Filed Under: Medis

Tags: ,

Comments (2)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. Rima says:

    Dear Dr. Jeffry & Ko Denny,
    Saya saat ini sedang hamil masuk ke minggu 10. Umur saya 29 thn dengan tinggi 160 cm dan berat badan 56 kg.
    Sebelum hamil saya aktif ke gym (maksimum 5x/minggu) dengan pola latihan kardio + beban.
    Saya fokus latihan untuk perut, bokong dan paha, dengan beban terberat (total 30 – 40 kg) untuk gerakan squad, 20 kg untuk lunges. Sit up 100x. Sudah hampir 1 bulan ini saya stop ke gym karena suami saya takut latihan beban akan mengganggu si calon janin (saya maklum karena ini anak pertama kami). Yang saya ingin tanyakan, olahraga apa yang cocok dan aman bagi saya, mengingat saya sangat suka sekali fitness dan apakah latihan beban akan berbahaya? Terus terang saja, saya sedikit kecanduan fitness sehingga 1 bulan stop rasanya badan ini sakit semua. Terima kasih sebelumnya.

    Thumb up 0 Thumb down 0

  2. dr Jeffry Tenggara says:

    Rima
    Selamat ya atas kehamilannya.
    Saya rasa memang selalu ada yg dikorbankan saat kehamilan, termasuk perubahan pola hidup, perubahan postur dll.
    Jelas anda tidak diijinkan melakukan angkat beban karena berisiko thd keguguran. Tenang saja, sabar dan nikmati proses ini

    Thumb up 0 Thumb down 0

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.