<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Minyak Goreng, Mana yang Terbaik?</title>
	<atom:link href="http://www.dennysantoso.com/minyak-goreng-mana-yang-terbaik.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dennysantoso.com/minyak-goreng-mana-yang-terbaik.html</link>
	<description>Indonesia Sport Nutritionist</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Mar 2010 17:22:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Sportindo Consultant</title>
		<link>http://www.dennysantoso.com/minyak-goreng-mana-yang-terbaik.html#comment-19576</link>
		<dc:creator>Sportindo Consultant</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 08:31:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dennysantoso.com/?p=345#comment-19576</guid>
		<description>Dear,
@Mayoc:bisa coba diukur suhunya ketika menggoreng ataupun menggunakan grill pan itu berapa. Kalau lebih dari 226 derajat Celcius itu pastinya minyaknya akan rusak.

@erwan:
1. Canola memang mengandung lemak tapi dalam bentuk lemak baik dan tentunya selama pengolahan menggunakan minyak canola itu tidak sampai merusak kandungan lemak baik itu menjadi lemak jahat. Selain itu memang kuning telur mengandung koleseterol yang cukup tinggi sehingga sebaiknya dikonsumsi tidak lebih dari 1 butir per harinya.
2. Untuk kadar lemak tubuh yang diukur dengan body fat monitor ini adalah kadar lemak yang tersimpan dalam tubuh kita,misalnya yang menggelambir di lengan atau di perut kita itu. Kalau lemak baik dan jahat bisa dilihat dengan tes darah, biasanya lemak jahat ini identik dengan kadar LDL, sedangkan lemak baik itu HDL.

Semoga bisa membantu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear,<br />
@Mayoc:bisa coba diukur suhunya ketika menggoreng ataupun menggunakan grill pan itu berapa. Kalau lebih dari 226 derajat Celcius itu pastinya minyaknya akan rusak.</p>
<p>@erwan:<br />
1. Canola memang mengandung lemak tapi dalam bentuk lemak baik dan tentunya selama pengolahan menggunakan minyak canola itu tidak sampai merusak kandungan lemak baik itu menjadi lemak jahat. Selain itu memang kuning telur mengandung koleseterol yang cukup tinggi sehingga sebaiknya dikonsumsi tidak lebih dari 1 butir per harinya.<br />
2. Untuk kadar lemak tubuh yang diukur dengan body fat monitor ini adalah kadar lemak yang tersimpan dalam tubuh kita,misalnya yang menggelambir di lengan atau di perut kita itu. Kalau lemak baik dan jahat bisa dilihat dengan tes darah, biasanya lemak jahat ini identik dengan kadar LDL, sedangkan lemak baik itu HDL.</p>
<p>Semoga bisa membantu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: erwan</title>
		<link>http://www.dennysantoso.com/minyak-goreng-mana-yang-terbaik.html#comment-19563</link>
		<dc:creator>erwan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 04:15:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dennysantoso.com/?p=345#comment-19563</guid>
		<description>Tanya dunk, 
1. Canola Oil itu menaikan kadar lemak nggak ya? soalnya kadar lemak ku naik pesat, tapi nggak tau jg apakah gara2x canola oil atau karena konsumsi kuning telur lebih dari satu butir. 

2. menurut artikel ini ada lemak yang sehat untuk tubuh kita. Alat pengukur lemak itu kan hanya mengukur kadar lemak, tapi nggak tau apakah itu lemak baik atau lemak jahat. Nah yang jadi pertanyaan saya, seandainya kadar lemak itu tinggi apakah hal ini belum tentu berarti buruk, sebab bisa saja kadar lemak yang tinggi itu lemak yang baik.
3. Thx atas jawabannya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya dunk,<br />
1. Canola Oil itu menaikan kadar lemak nggak ya? soalnya kadar lemak ku naik pesat, tapi nggak tau jg apakah gara2x canola oil atau karena konsumsi kuning telur lebih dari satu butir. </p>
<p>2. menurut artikel ini ada lemak yang sehat untuk tubuh kita. Alat pengukur lemak itu kan hanya mengukur kadar lemak, tapi nggak tau apakah itu lemak baik atau lemak jahat. Nah yang jadi pertanyaan saya, seandainya kadar lemak itu tinggi apakah hal ini belum tentu berarti buruk, sebab bisa saja kadar lemak yang tinggi itu lemak yang baik.<br />
3. Thx atas jawabannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mayoc</title>
		<link>http://www.dennysantoso.com/minyak-goreng-mana-yang-terbaik.html#comment-19543</link>
		<dc:creator>mayoc</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 20:09:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dennysantoso.com/?p=345#comment-19543</guid>
		<description>PAk, ternyata titik asap minyak canola yabg merknya crisco 440 f atau 226 derajat celcius. itu kalau dibuat goreng perkedel atau dadar jagubg gmana ya? Mengoreng perkedel atau dadar jagubg itu termasuk apa ya? Kalau ngorengnya di grill pan ada bedanya ndak?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>PAk, ternyata titik asap minyak canola yabg merknya crisco 440 f atau 226 derajat celcius. itu kalau dibuat goreng perkedel atau dadar jagubg gmana ya? Mengoreng perkedel atau dadar jagubg itu termasuk apa ya? Kalau ngorengnya di grill pan ada bedanya ndak?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mayoc</title>
		<link>http://www.dennysantoso.com/minyak-goreng-mana-yang-terbaik.html#comment-19453</link>
		<dc:creator>mayoc</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 16:06:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dennysantoso.com/?p=345#comment-19453</guid>
		<description>pak mksd saya 210 itu ya suhu titik didig minyak canola yg merknya mazola. mereka sudahtes lgsg. saya sdg tby bih ama brand wesson dan crisco brp ttk asap minyak canola mereka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak mksd saya 210 itu ya suhu titik didig minyak canola yg merknya mazola. mereka sudahtes lgsg. saya sdg tby bih ama brand wesson dan crisco brp ttk asap minyak canola mereka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Zainal Syam Arifin</title>
		<link>http://www.dennysantoso.com/minyak-goreng-mana-yang-terbaik.html#comment-19437</link>
		<dc:creator>Zainal Syam Arifin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 04:25:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dennysantoso.com/?p=345#comment-19437</guid>
		<description>Jangan sampai tersesat dengan berbagai macam informasi yang berseliweran. Saya srankan membaca dulu informasi pada link/tautan berikut ini:
&lt;a href=&quot;http://minyakelapa.blogspot.com/2009/07/fakta-fakta-di-lapangan-dan-ilmiah.html?showComment=1267331056739_AIe9_BFiCrEYsI9Hkjrv3Ml9cIoiLCyB07p28GWFjjWYDZcu05_N2e7KsECRZOQtTFKDcMSX_qgP0gZ9yUm7Ek7fDBQ6h_18g3Fyy2TpCZJzZSOCyY8o3DRPxeesWtPRUAD9Or2gBI8MUbMrGCSPjb8-yoK7D0twGwIDbFXifV8w8xe0vng9s7e3ZPQLxiiL6LgheFpF9fKMWn5lkEIe70XNSc3OKcAEXnbU0bRqnq3qzWmbId2Ntys#c8054057684943718388&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;http://minyakelapa.blogspot.com/2009/07/fakta-fakta-di-lapangan-dan-ilmiah.html?showComment=1267331056739_AIe9_BFiCrEYsI9Hkjrv3Ml9cIoiLCyB07p28GWFjjWYDZcu05_N2e7KsECRZOQtTFKDcMSX_qgP0gZ9yUm7Ek7fDBQ6h_18g3Fyy2TpCZJzZSOCyY8o3DRPxeesWtPRUAD9Or2gBI8MUbMrGCSPjb8-yoK7D0twGwIDbFXifV8w8xe0vng9s7e3ZPQLxiiL6LgheFpF9fKMWn5lkEIe70XNSc3OKcAEXnbU0bRqnq3qzWmbId2Ntys#c8054057684943718388&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan sampai tersesat dengan berbagai macam informasi yang berseliweran. Saya srankan membaca dulu informasi pada link/tautan berikut ini:<br />
<a href="http://minyakelapa.blogspot.com/2009/07/fakta-fakta-di-lapangan-dan-ilmiah.html?showComment=1267331056739_AIe9_BFiCrEYsI9Hkjrv3Ml9cIoiLCyB07p28GWFjjWYDZcu05_N2e7KsECRZOQtTFKDcMSX_qgP0gZ9yUm7Ek7fDBQ6h_18g3Fyy2TpCZJzZSOCyY8o3DRPxeesWtPRUAD9Or2gBI8MUbMrGCSPjb8-yoK7D0twGwIDbFXifV8w8xe0vng9s7e3ZPQLxiiL6LgheFpF9fKMWn5lkEIe70XNSc3OKcAEXnbU0bRqnq3qzWmbId2Ntys#c8054057684943718388" rel="nofollow">http://minyakelapa.blogspot.com/2009/07/fakta-fakta-di-lapangan-dan-ilmiah.html?showComment=1267331056739_AIe9_BFiCrEYsI9Hkjrv3Ml9cIoiLCyB07p28GWFjjWYDZcu05_N2e7KsECRZOQtTFKDcMSX_qgP0gZ9yUm7Ek7fDBQ6h_18g3Fyy2TpCZJzZSOCyY8o3DRPxeesWtPRUAD9Or2gBI8MUbMrGCSPjb8-yoK7D0twGwIDbFXifV8w8xe0vng9s7e3ZPQLxiiL6LgheFpF9fKMWn5lkEIe70XNSc3OKcAEXnbU0bRqnq3qzWmbId2Ntys#c8054057684943718388</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sportindo Consultant</title>
		<link>http://www.dennysantoso.com/minyak-goreng-mana-yang-terbaik.html#comment-19430</link>
		<dc:creator>Sportindo Consultant</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 04:02:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dennysantoso.com/?p=345#comment-19430</guid>
		<description>Dear Mayoc,
Ya, berarti mazola ini masih lebih rendah titik didihnya dibanding canola yang berkisar sekitar 240 derajat Celcius, itulah sebabnya Bapak Denny juga menyarankan kalau untuk menggoreng, maka canola oil masih menjadi pilihan yang terbaik. Begitu pula untuk menumis, karena menumis merupakan pengolahan dengan suhu tinggi dengan waktu yang singkat, sehingga dikhawatirkan kalau titik didih minyak itu masih rendah, maka akan rusak dan justru membahayakan kesehatan kita.

Semoga bisa membantu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Mayoc,<br />
Ya, berarti mazola ini masih lebih rendah titik didihnya dibanding canola yang berkisar sekitar 240 derajat Celcius, itulah sebabnya Bapak Denny juga menyarankan kalau untuk menggoreng, maka canola oil masih menjadi pilihan yang terbaik. Begitu pula untuk menumis, karena menumis merupakan pengolahan dengan suhu tinggi dengan waktu yang singkat, sehingga dikhawatirkan kalau titik didih minyak itu masih rendah, maka akan rusak dan justru membahayakan kesehatan kita.</p>
<p>Semoga bisa membantu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mayoc</title>
		<link>http://www.dennysantoso.com/minyak-goreng-mana-yang-terbaik.html#comment-19408</link>
		<dc:creator>Mayoc</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 04:01:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dennysantoso.com/?p=345#comment-19408</guid>
		<description>pak setelah saya confirm ke mazolanya..
ternyata titik didih mazola canola oil cuman 216 derajat celcius lo pak.. kalo dibuat menumis apa ndak rusak? gimana kalo menggoreng perkedel?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak setelah saya confirm ke mazolanya..<br />
ternyata titik didih mazola canola oil cuman 216 derajat celcius lo pak.. kalo dibuat menumis apa ndak rusak? gimana kalo menggoreng perkedel?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: MP</title>
		<link>http://www.dennysantoso.com/minyak-goreng-mana-yang-terbaik.html#comment-18891</link>
		<dc:creator>MP</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 00:56:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dennysantoso.com/?p=345#comment-18891</guid>
		<description>wow...panjang jg ya jabaran ttg minyak?? hehehehe..... sekedar ksh tau aja.. kl ak sih kaga gitu paham ya soal minyak baik atau jahat, selama ak konsul trs dgn dtr ahli gizi ak... I feel better for me, tapi selama ini yg dtr langganan ku anjurkan sih olive oil and canola oil ? ga pernh srh coconut oil? mlh kl utk menu mkn ku, tiap pagi ak hrs jus.. apel,tomat,wortel and dikasih 2 sendok mkn olive oil dijus tsb, krn beliau blg 3 mcm buah itulah yg mengandung antioksidan.. ak sgt percy pd beliau.. krn pengalaman dia di bid kedtran udah ga perlu diragukan lg.... dan nyatanya ak sukses nurunin BB sm dia... ga instan.. but sure :) 
beliau lulusan perancis.. mngkn saat hat nurani belum lahir X
hehehehe.... peace :) dtr beken di salah satu rs jkt.dtr keluargaku. hihihi............</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wow&#8230;panjang jg ya jabaran ttg minyak?? hehehehe&#8230;.. sekedar ksh tau aja.. kl ak sih kaga gitu paham ya soal minyak baik atau jahat, selama ak konsul trs dgn dtr ahli gizi ak&#8230; I feel better for me, tapi selama ini yg dtr langganan ku anjurkan sih olive oil and canola oil ? ga pernh srh coconut oil? mlh kl utk menu mkn ku, tiap pagi ak hrs jus.. apel,tomat,wortel and dikasih 2 sendok mkn olive oil dijus tsb, krn beliau blg 3 mcm buah itulah yg mengandung antioksidan.. ak sgt percy pd beliau.. krn pengalaman dia di bid kedtran udah ga perlu diragukan lg&#8230;. dan nyatanya ak sukses nurunin BB sm dia&#8230; ga instan.. but sure <img src='http://www.dennysantoso.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
beliau lulusan perancis.. mngkn saat hat nurani belum lahir X<br />
hehehehe&#8230;. peace <img src='http://www.dennysantoso.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  dtr beken di salah satu rs jkt.dtr keluargaku. hihihi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hati-nurani</title>
		<link>http://www.dennysantoso.com/minyak-goreng-mana-yang-terbaik.html#comment-17746</link>
		<dc:creator>hati-nurani</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 12:15:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dennysantoso.com/?p=345#comment-17746</guid>
		<description>mari kita berpikir secara jernih,dan lihat fakta yang sebenarnya.
Bagi kita semua, memilih jenis minyak goreng sama pentingnya dengan menentukan kualitas minyak dan melakukan penggorengan sendiri di rumah. Karena ada banyak jenis minyak goreng yang sering digembar-gemborkan aman bagi kesehatan, ternyata justru memiliki potensi bahaya.

Yang jelas-jelas tidak aman adalah minyak jelantah. Minyak jelantah adalah minyak yang sudah pernah dipakai, sehingga sudah mengandung akrilamida, radikal bebas, dan asam lemak trans. Terlebih kalau warnanya sudah kecoklatan, dan teksturnya kental. Kalau dipanaskan lagi, semakin tinggi kandungan senyawa-senyawa karsinogenik tersebut di dalamnya.

Struktur molekul minyak juga memiliki pengaruh penting. Menurut Iwan T. Budiarso, dengan memperhatikan struktur molekulnya minyak dapat dibedakan atas bermacam-macam jenis.

Berdasarkan ada atau tidaknya ikatan ganda dalam struktur molekulnya, minyak dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yakni:

(1) minyak dengan asam lemak jenuh (saturated fatty acids)
Asam lemak jenuh antara lain terdapat pada air susu ibu (asam laurat) dan minyak kelapa. Sifatnya stabil dan tidak mudah bereaksi/berubah menjadi asam lemak jenis lain.

(2) minyak dengan asam lemak tak jenuh tunggal (mono-unsaturated fatty acids) maupun majemuk (poly-unsaturated fatty acids)
Asam lemak tak jenuh memiliki ikatan atom karbon rangkap yang mudah terurai dan bereaksi dengan senyawa lain, sampai mendapatkan komposisi yang stabil berupa asam lemak jenuh. Semakin banyak jumlah ikatan rangkap itu (poly-unsaturated), semakin mudah bereaksi/berubah minyak tersebut.

Asam lemak tak jenuh (omega 3, omega 6, omega 9) sering dipromosikan memiliki banyak manfaat, antara lain menurunkan “kolesterol jahat” (LDL = low density lipoprotein) dan mencegah serangan jantung. Banyak terdapat pada minyak sayur seperti minyak kedelai, minyak canola, minyak bunga matahari, minyak kelapa sawit, dll.

Sayangnya mereka tidak mencantumkan peringatan bahwa asam lemak tak jenuh hanya baik bila langsung dikonsumsi TANPA DIOLAH/DIPANASKAN dulu; juga jumlahnya tak boleh lebih dari 4 gram sehari. Karena jika dipakai untuk menggoreng, asam lemak tak jenuh justru lebih mudah membentuk akrilamida, radikal bebas, dan lemak trans yang berbahaya!

(3) minyak dengan asam lemak trans (trans fatty acid)
Asam lemak trans banyak terdapat pada lemak hewan, margarin, mentega, minyak terhidrogenasi, dan terbentuk dari proses penggorengan. Selain karsinogenik, lemak trans meningkatkan kadar kolesterol jahat, menurunkan kadar kolesterol baik, dan menyebabkan bayi-bayi lahir prematur.

PANJANG-PENDEK RANTAI KARBON

Selain dibedakan berdasarkan struktur molekulnya, minyak dapat dibedakan berdasarkan panjang-pendek rantai karbonnya. Minyak kelapa merupakan minyak yang 92%-nya mempunyai panjang rantai karbon sedang (medium chain fatty acids=MCFA). 50% di antaranya merupakan asam laurat seperti terdapat pada air susu ibu, yang dapat membunuh berbagai kuman, virus, dan parasit. Molekulnya terdiri atas 12 atom karbon yang diikat jenuh (tidak ada ikatan ganda).

Minyak dengan rantai karbon pendek dan sedang dapat langsung diserap oleh tubuh tanpa melalui proses cerna yang berbelit-belit. Langsung dibawa ke hati untuk diubah menjadi energi untuk meningkatkan fungsi kelenjar endokrin, organ, serta jaringan-jaringan tubuh.

Minyak sayur pada umumnya tergolong asam lemak rantai panjang (long chain fatty acids = LCFA), yang terdiri atas 18 atom karbon atau lebih. Ukuran molekulnya besar-besar, sehingga perlu diproses dulu menjadi asam lemak berukuran kecil dan berbentuk asam lemak bebas agar dapat diserap melalui dinding usus. Setelah lolos dari dinding usus, asam lemak bebas ini disusun kembali menjadi lipoprotein kemudian dibawa ke hati. Di sana diubah menjadi energi, kolesterol, dan sisanya ditimbun menjadi jaringan lemak. Nah, kolesterol dan lemak inilah yang menjadi penyebab berbagai penyakit kronis, degeneratif, maupun kanker.

Menurut penelitian, yang paling banyak kandungan LCFA-nya adalah minyak safflower (78%), disusul minyak bunga matahari (69%), dan minyak canola (31%). Kandungan LCFA minyak zaitun berkisar 9%, sedang yang paling rendah adalah minyak kelapa (2%).

MINYAK KELAPA

Dengan mempertimbangkan berbagai keterangan di atas dapat kita simpulkan, bahwa minyak goreng yang paling aman bagi tubuh kita, terlebih bagi YANG PEDULI DENGAN KESEHATAN, ternyata adalah minyak kelapa. Minyak goreng tradisional warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang telah begitu lama kita tinggalkan. Bukan minyak kedelai, minyak bunga matahari, minyak canola, minyak zaitun, apalagi margarin atau minyak sawit!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mari kita berpikir secara jernih,dan lihat fakta yang sebenarnya.<br />
Bagi kita semua, memilih jenis minyak goreng sama pentingnya dengan menentukan kualitas minyak dan melakukan penggorengan sendiri di rumah. Karena ada banyak jenis minyak goreng yang sering digembar-gemborkan aman bagi kesehatan, ternyata justru memiliki potensi bahaya.</p>
<p>Yang jelas-jelas tidak aman adalah minyak jelantah. Minyak jelantah adalah minyak yang sudah pernah dipakai, sehingga sudah mengandung akrilamida, radikal bebas, dan asam lemak trans. Terlebih kalau warnanya sudah kecoklatan, dan teksturnya kental. Kalau dipanaskan lagi, semakin tinggi kandungan senyawa-senyawa karsinogenik tersebut di dalamnya.</p>
<p>Struktur molekul minyak juga memiliki pengaruh penting. Menurut Iwan T. Budiarso, dengan memperhatikan struktur molekulnya minyak dapat dibedakan atas bermacam-macam jenis.</p>
<p>Berdasarkan ada atau tidaknya ikatan ganda dalam struktur molekulnya, minyak dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yakni:</p>
<p>(1) minyak dengan asam lemak jenuh (saturated fatty acids)<br />
Asam lemak jenuh antara lain terdapat pada air susu ibu (asam laurat) dan minyak kelapa. Sifatnya stabil dan tidak mudah bereaksi/berubah menjadi asam lemak jenis lain.</p>
<p>(2) minyak dengan asam lemak tak jenuh tunggal (mono-unsaturated fatty acids) maupun majemuk (poly-unsaturated fatty acids)<br />
Asam lemak tak jenuh memiliki ikatan atom karbon rangkap yang mudah terurai dan bereaksi dengan senyawa lain, sampai mendapatkan komposisi yang stabil berupa asam lemak jenuh. Semakin banyak jumlah ikatan rangkap itu (poly-unsaturated), semakin mudah bereaksi/berubah minyak tersebut.</p>
<p>Asam lemak tak jenuh (omega 3, omega 6, omega 9) sering dipromosikan memiliki banyak manfaat, antara lain menurunkan “kolesterol jahat” (LDL = low density lipoprotein) dan mencegah serangan jantung. Banyak terdapat pada minyak sayur seperti minyak kedelai, minyak canola, minyak bunga matahari, minyak kelapa sawit, dll.</p>
<p>Sayangnya mereka tidak mencantumkan peringatan bahwa asam lemak tak jenuh hanya baik bila langsung dikonsumsi TANPA DIOLAH/DIPANASKAN dulu; juga jumlahnya tak boleh lebih dari 4 gram sehari. Karena jika dipakai untuk menggoreng, asam lemak tak jenuh justru lebih mudah membentuk akrilamida, radikal bebas, dan lemak trans yang berbahaya!</p>
<p>(3) minyak dengan asam lemak trans (trans fatty acid)<br />
Asam lemak trans banyak terdapat pada lemak hewan, margarin, mentega, minyak terhidrogenasi, dan terbentuk dari proses penggorengan. Selain karsinogenik, lemak trans meningkatkan kadar kolesterol jahat, menurunkan kadar kolesterol baik, dan menyebabkan bayi-bayi lahir prematur.</p>
<p>PANJANG-PENDEK RANTAI KARBON</p>
<p>Selain dibedakan berdasarkan struktur molekulnya, minyak dapat dibedakan berdasarkan panjang-pendek rantai karbonnya. Minyak kelapa merupakan minyak yang 92%-nya mempunyai panjang rantai karbon sedang (medium chain fatty acids=MCFA). 50% di antaranya merupakan asam laurat seperti terdapat pada air susu ibu, yang dapat membunuh berbagai kuman, virus, dan parasit. Molekulnya terdiri atas 12 atom karbon yang diikat jenuh (tidak ada ikatan ganda).</p>
<p>Minyak dengan rantai karbon pendek dan sedang dapat langsung diserap oleh tubuh tanpa melalui proses cerna yang berbelit-belit. Langsung dibawa ke hati untuk diubah menjadi energi untuk meningkatkan fungsi kelenjar endokrin, organ, serta jaringan-jaringan tubuh.</p>
<p>Minyak sayur pada umumnya tergolong asam lemak rantai panjang (long chain fatty acids = LCFA), yang terdiri atas 18 atom karbon atau lebih. Ukuran molekulnya besar-besar, sehingga perlu diproses dulu menjadi asam lemak berukuran kecil dan berbentuk asam lemak bebas agar dapat diserap melalui dinding usus. Setelah lolos dari dinding usus, asam lemak bebas ini disusun kembali menjadi lipoprotein kemudian dibawa ke hati. Di sana diubah menjadi energi, kolesterol, dan sisanya ditimbun menjadi jaringan lemak. Nah, kolesterol dan lemak inilah yang menjadi penyebab berbagai penyakit kronis, degeneratif, maupun kanker.</p>
<p>Menurut penelitian, yang paling banyak kandungan LCFA-nya adalah minyak safflower (78%), disusul minyak bunga matahari (69%), dan minyak canola (31%). Kandungan LCFA minyak zaitun berkisar 9%, sedang yang paling rendah adalah minyak kelapa (2%).</p>
<p>MINYAK KELAPA</p>
<p>Dengan mempertimbangkan berbagai keterangan di atas dapat kita simpulkan, bahwa minyak goreng yang paling aman bagi tubuh kita, terlebih bagi YANG PEDULI DENGAN KESEHATAN, ternyata adalah minyak kelapa. Minyak goreng tradisional warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang telah begitu lama kita tinggalkan. Bukan minyak kedelai, minyak bunga matahari, minyak canola, minyak zaitun, apalagi margarin atau minyak sawit!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sportindo Consultant</title>
		<link>http://www.dennysantoso.com/minyak-goreng-mana-yang-terbaik.html#comment-17735</link>
		<dc:creator>Sportindo Consultant</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 09:27:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.dennysantoso.com/?p=345#comment-17735</guid>
		<description>Dear jean,
Untuk grape seed oil memang titik didihnya tinggi sehingga bisa juga digunakan untuk memasak, tapi kandungan asam lemak tak jenuh Omega 3 nya tidak sebanyak canola oil, kalau grape seed tinggi asam lemak omega 6 saja, tapi kalau canola oil tinggi omega 3,6 dan 9.
Semoga bisa membantu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear jean,<br />
Untuk grape seed oil memang titik didihnya tinggi sehingga bisa juga digunakan untuk memasak, tapi kandungan asam lemak tak jenuh Omega 3 nya tidak sebanyak canola oil, kalau grape seed tinggi asam lemak omega 6 saja, tapi kalau canola oil tinggi omega 3,6 dan 9.<br />
Semoga bisa membantu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
