Denny Santoso, S. Kom, SAC. Dip., CSN

Indonesia Sport Nutritionist
Browse » Home » Diet, Nutrition » Is Eating Fat Makes You Fat?

Is Eating Fat Makes You Fat?

Dari jaman kita mulai kegendutan, semua orang selalu mengatakan kepada kita hal yang sama, yaitu bahwa kita makan fat (lemak atau sering diasosiasikan dengan minyak), maka tubuh kita akan menjadi fat (gemuk). Dan kalau mau kurus, solusinya adalah jangan makan lemak atau makanan berminyak. Hindari lemak dengan segala cara. Apakah kenyataannya seperti itu? Kalau tidak semua kalori adalah sama, maka jawabannya adalah tidak semua lemak adalah sama.

Tubuh kita, memproses lemak yang berbeda dengan cara yang berbeda pula. Bedanya adalah, dengan mengkonsumsi lemak jelek (bad fat) maka kita mematikan tombol pembakar lemak tubuh yang menyebabkan kita lebih susah lagi untuk membakar lemak. Sedangkan mengkonsumsi lemak bagus (good fat) akan meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu kita untuk membakar lemak.

Sebagai contoh, ada study yang menunjukkan bahwa lemak di dalam minyak ikan, EPA (good fat) dapat meningkatkan pembakaran lemak dalam tubuh dan meningkatkan kepekaan insulin tubuh, sedangkan trans fat (lemak yang sangat jelek) justru menghasilkan efek yang sebaliknya yaitu menghambat metabolisme dan memperlambat proses pembakaran lemak.

Jadi pada dasarnya, makanlah lemak baik dan tingkatkan pembakaran lemak tubuh atau makanlah lemak yang salah dan tingkatkan berat badan serta pelankan metabolisme tubuh Anda. Jenis lemak lebih penting daripada jumlah lemak yang Anda makan.

Sebenarnya ada 3 jenis lemak, yaitu lemak baik, lemak jelek dan lemak yang sangat jelek. Lemak baik meningkatkan metabolisme, lemak jelek memperlambat metabolisme. Lemak sangat jelek merupakan variant yang sangat berbeda. Lemak ini dibuat oleh manusia dan tidak bisa dicernah oleh tubuh kita.

- Lemak baik
Omega 3 adalah lemak baik nomor satu. Masalahnya adalah pada pola makan modern saat ini, 99% dari kita semua kekurangan omega 3. Kita tidak cukup memakan ikan seperti jaman nenek moyang kita dulu. Kita bisa mendapatkan omega 3 di ikan salmon contohnya, flaxseed oil, beberapa tipe kacang-kacangan juga mengandung omega 3.

Monosaturated fats yang mayoritas berasal dari olive oil. Monosaturated fat diet bisa menurunkan resiko penyakit seperti jantung, diabetes dan kanker. Penggunaan olive oil juga menunjukkan penurunan radang, peningkatan sistem kekebalan tubuh, menurunkan gula darah, cholesterol dan mengurangi pengentalan darah. Sumber-sumber monosaturated fat adalah extra virgin olive oil, hazelnuts, almonds, brazil nuts, advocado, dan sebagainya.

Saturated fat, yang dianggap cukup jelek, tetapi juga memberikan beberapa hal yang cukup kita butuhkan. Beberapa efek yang kurang disukai adalah jenis lemak ini dapat meningkatkan LDL Cholesterol. Tetapi jenis ini cukup dibutuhkan untuk pertumbuhan anak kecil.

Omega 6 Polyunsaturated Fats yang tidak dimurnikan juga cukup dibutuhkan oleh tubuh. Biasa ditemukan di dalam minyak sayur seperti grape seed oil, sesame oil dan sebagainya. Gunakan sedikit saja kalau Anda masih ingin mengoptimalkan pembakaran lemak tubuh.

- Lemak jelek
Polyunsaturated Vegetable Oil yang dimurnikan termasuk yang tersedia luas secara komersial seperti corn vegetable oil, soy dan lain-lain.

Saturated fat kebanyakan juga harus diminimalkan

- Lemak sangat jelek
Dalam kategori ini adalah trans fat. Trans fat banyak ditemukan di beberapa jenis mentega, crackers, permen, cookies, snack, fried food, salad dressing, dan lain-lain. Jenis lemak ini menghambat metabolisme tubuh, menambah berat badan dan meningkatkan resiko diabetes, penyakit jantung dan kanker. Masalahnya adalah kita mengkonsumsi jenis lemak ini cukup banyak dalam pola makan kita sehari-hari

Setelah mengetahui jenis-jenis lemak, perhatikan pola makan Anda untuk tetap mengkonsumsi lemak baik dalam jumlah yang cukup. Diet tanpa lemak tidak akan membantu Anda menurunkan berat badan, tetapi pola makan yang banyak mengandung lemak jelek juga sangat berbahaya!

Denny Santoso, S. Kom, SAC, Dip. CBA, CSN, Certified Hypnotherapist

www.sportindo.com, www.dennysantoso.com
Tips Latihan, Pola Makan dan Panduan Suplementasi Ultimate Nutrition

Posted in Diet, Nutrition

7 Responses to “Is Eating Fat Makes You Fat?”


six-paxs May 18th, 2008 at 11:03 am

koh,sebaiknya apa yg kita perhatikan ketika kita menbeli makanan,kadar protein?kalori?ato karbo?berapa batasan lemak yg boleh?ketika snack time,apa yg bagus dikonsumsi diantara kadar diatas?
ketika kita makan malam jam 7,trus makan snack jam 9 tidur jam 11,apakah boleh?soalnya sering kelaparan kalo malam,atau lbh baik dibiarkan lapar?soalnya jam 7 pagi keesokan harinya saya rutin fitnes di gym.
mohon pencerahannya koh,sory banyak tanya neh,semoga berguna utk pembaca yg lain:)

Denny Santoso May 20th, 2008 at 8:30 am

Semuanya harus diperhatikan. Kl saya lagi mau fat loss, jelas saya pilih no sugar atau sugar seminim mungkin. Lemak sih no problem asal itu lemak baik. Dikit2 gpp.snak jam 9 gpp, protein tapinya, ga boleh carbs

Yogie September 9th, 2008 at 9:54 pm

Ko deny saya mau tanya…bagusan mana iso cool atau iso sensation? soalnya saya bingung mau beli yang mana? disatu sisi isocool kelebihan 0 g lemak N karbo tp untuk kolesterol nya terdapat 18gram..apakah mengkonsumsi dgn kolestrol 18 gram per scoop tdk berbahaya? sedangkan iso sensation tidak di beritahu berapa besar kadar lemaknya? kalo boleh saya tau brp yah kadar lemaknya iso sensation? dan kelebihannya iso sensation terdapat kolestrol cuma 2 gram…

saya liat ke dua susu ini baik karena sangat rendah lemak..tp saya kalo misalkan meminum susu yang banyak mengandung lemaknya atau high protein suka berjerawat makanya benar2 harus liat nutrition factsnya..jadi saran ko” lebih baik ambil yang mana?

thx yah..mohon bantuannya

Denny Santoso September 10th, 2008 at 6:30 pm

@Yogie, secara kualitas wheynya, sama aja antara isocool dan isosenation, yang membedakan hanyalah komposisi iso sensation tuh jauh lebih lengkap (liat di other ingredietnya). Isocool koq ada kolesterol darimana ya? Saya liat di labelnya ga ada kolesterol tuh??
Iso sensa sangat kecil lemaknya, makanya tidak ditulis juga.

Jerawat adalah reaksi alergi tubuh, tidak semua orang alergi terhadap produk yang sama. Untuk tahu kita alergi atau tidak, jawabannya cuman satu, yaitu DICOBA. Tidak akan tau kita jerawatan atau tidak dengan suatu produk sebelum dicoba, seperti kita tidak akan tahu kita alergi seafood atau tidak kalau kita tidak pernah makan seafood kan ? :)

willy September 26th, 2008 at 10:26 pm

hati2 juga dalam memilih product2 makanan di market.. karena tidak sedikit product yang menyatakan low fat, tapi di ingredients mengantung partially hydrogenated oil, just advice kalau membeli product, bacalah ingredients nya dan qlo ada tulisan partially hydrogenated oil, leave it

Lim November 5th, 2008 at 11:59 am

ko yang bener yg mn, Monounsaturated atw Monosaturated ya?..

di ats koko tlsnya Monosaturated,
sedgkn pda pak jeffry dy menulis Monounsaturated dalam artikel Minyak Goreng, Mana yang Terbaik?

thax..

Denny Santoso November 5th, 2008 at 1:25 pm

Thx untuk informasinya, yang benar Mono Unsaturated