Denny Santoso, S. Kom, SAC. Dip., CSN

Indonesia Sport Nutritionist
Browse » Home » Medis » Hernia : Apa dan Bagaimana?

Hernia : Apa dan Bagaimana?

Seputar Hernia, mitos dan fakta yang ada

Masalah hernia adalah hal yang cukup sering ditanyakan dan ditakuti terutama bagi para atlet dan awam yang rutin melakukan olah raga angkat beban.

Hernia adalah kondisi dimana organ dalam tubuh keluar melalui area yang secara normal tertutup.

Ada beberapa jenis hernia tergantung letak keluarnya yaitu:

  1. hernia inguinalis/scrotale: bila letak defek area ada di selangkangan
  2. hernia femorales: bila letak defek ada di paha atas
  3. hernia umbilikalis: bila letak defek ada di pusar
  4. hernia insisional :bila letak defek ada di tempat bekas operasi

masih ada beberapa jenis hernia lain namun jarang terjadi sehingga tidak perlu disebutkan. Dari 4 jenis hernia diatas, hernia inguinalis adalah yang sering terjadi diikuti oleh hernia femorales. Hernia inguinalis lebih banyak diderita pria dengan rasio 9:1 sedangkan hernia femorales lebih banyak pada wanita dengan rasio 3:1. Pada artikel ini akan lebih fokus dibahas mengenai hernia inguinalis.

Hernia inguinalis (HI) terjadi melalui 2 jalan yang dikenal sebagai HI direk atau indirek. Pada saat pertumbuhan janin, testis awalnya terletak di dalam rongga perut yang kemudian seiring pertumbuhan, testis ini akan turun ke kantong testis (skrotum) yaitu dibawah penis. Dalam perjalanannya, akan terbentuk terowongan yang menghubungkan rongga perut tempat testis semula dengan kantong skrotum tempat testis akhir (inguinal canal). Terowongan ini terletak persis di lipatan paha yang secara normal akan tertutup seiring pertumbuhan bayi. Pada kondisi tertentu dimana terowongan tidak tertutup, maka rongga perut dan kantong testis akan tetap terhubung yang menjadi jalan masuk organ perut (seperti usus) kedalam kantong testis menjadi HI Indirek. Bila organ perut keluar melalui inguinal canal dan terus berlanjut hingga kantong testis, maka disebut sebagai hernia scrotales yang merupakan kelanjutan dari HI indirek.

HI direk terjadi bila organ perut keluar dari rongga perut melalui internal ring yang merupakan area tipis dibanding dinding perut sekitarnya. Pada HI direk, tidak berlanjut ke hernia scrotales karena tidak memiliki hubungan secara anatomis.

HI indirek dapat terjadi pada usia berapapun namun terutama pada saat bayi karena gangguan penutupan sudah terjadi saat itu, sedangkan HI direk terjadi terutama karena kelemahan otot dinding yang dipengaruhi usia.

Sebenarnya angka insiden terjadinya hernia inguinalis ini sangat rendah, di amerika dilaporkan hanya terjadi sebanyak 1 diantara 544 penduduk atau sekitar 0.18%, namun mengapa masalah ini menjadi besar? Hal ini adalah karena hernia dapat menjadi kondisi kegawatan yang mengancam nyawa bila organ perut yang masuk ke kantong hernia tidak dapat kembali ke posisi awal dan terjepit sehingga menimbulkan nyeri dan kerusakan organ tersebut.

Apa saja faktor resiko dalam terjadinya HI? Apakah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya? Secara medis, dapat dibagi menjadi faktor resiko yang dapat dicegah dan tidak dapat dicegah. Faktor yang tidak dapat dicegah yaitu jenis kelamin pria, usia yang makin tua. Sedang faktor resiko yang dapat dicegah antara lain berat badan berlebih, dan penurunan berat badan secara ekstrem seperti pada penggunaan crash diet, rokok, kurang berolah raga dan sering mengejan saat buang air besar.

Jadi pertanyaan utama yang sering dilontarkan adalah apakah orang yang sering melakukan angkat beban beresiko untuk mengalami HI jawabannya YA dan TIDAK. Seperti yang sudah dijelaskan, banyak faktor yang berperan dalam terjadinya HI dan faktor-2 ini tidak berdiri sendiri melainkan secara simultan. Pada orang yang rutin berolah raga beban, kekuatan otot perut yang meningkat adalah menjadi faktor protektif, namun pada orang tertentu yang memiliki defek atau kelainan bawaan pada dinding perut atau memiliki faktor resiko seperti merokok, pengaturan diet yang salah dan ekstrem, yang pada akhirnya merusak jaringan ikat perut, maka HI dapat dicetuskan saat mengangkat beban.

Pertanyaan yang lain adalah apakah sabuk elastic yang sering dipakai saat di gym dapat mencegah? Tidak ada percobaan klinis yang mendukung atau menolak penggunaan sabuk ini, dan kalau saya analisa secara logika dari segi anatomis, saya tidak mendukung penggunaan sabuk ini. Alasan pertama, sabuk ini tidak cukup kuat dalam memberi tekanan dalam menahan tekanan dari rongga perut saat kita angkat beban. Seperti gambar kedua, inguinal canal dikelilingi ligamen atau jaringan ikat yang akan melawan tekanan sabuk, dan internal ring tempat keluarnya HI direk memiliki diameter yang kecil serta terletak di area yang lebih dalam dibanding sekitarnya. Alasan kedua, letak keluarnya HI adalah berada di lipat paha bagian tengah yang sangat rendah, sedangkan umumnya sabuk elastic dipakai tidak mencapai area ini, jadi bila ingin menggunakannya, harus dipakai dalam posisi yang sangat rendah pula.

Jadi, bagaimana bila hernia sudah terjadi? Jawabannya hanya operasi. Secara medis tidak ada obat apapun yang dapat menutup pintu hernia, operasi untuk menutup adalah satu-satunya pilihan.

Semoga artikel ini dapat sedikit membantu untuk memahami mengenai hernia inguinalis, sedangkan untuk hernia yang lain, akan kami buat dalam artikel tersendiri.

Dr. Jeffry Beta Tenggara

Resident of Internal Medicine Department

University of Indonesia-Ciptomangunkusumo Hospital

Tags:

Posted in Medis

49 Responses to “Hernia : Apa dan Bagaimana?”


Ken March 29th, 2008 at 8:32 am

Hm.. bener banget Pak Denny..
Hernia tu merupakan momok bagi para kaum cow yang doyan angkat beban yang berat..
Mangkane Q mulai nge Gym udah pake supporter, biar jaga usus g keluar..
Hii… serem!!!

Denny Santoso March 29th, 2008 at 9:06 am

Hi Ken, yang memberikan tulisan ttg Hernia tuh bukan saya, tetapi dokter Jeffry. Dan disitu dijelaskan bahwa penggunaan supporter juga tidak terlalu membantu. Dan angkat berat juga tidak selalu menjadi penyebab hernia kalau tidak disertai faktor2 lain.

dekky March 29th, 2008 at 2:01 pm

loh hernia saya baru denger?

jika mengunakan sabuk tidak di anjurkan bagaimana jika mengunakan perban buat patah tulang di prees sapai ketatt trus di putar di perut, boleh apa tidak?????

Ken April 1st, 2008 at 2:29 pm

Hm.. gitu ya..

Yaa.. setelah tau ni informasi.. kita se harus bisa mencegah dan menjaga badan kita supaya terhindar dari kelainan ini.

Dengan jalan itu, memakai supporter, sabuk or centing (yang di pake para manula) yang di lilit ke perut bawah (yang di maksud Dekky tu centing warna coklat/ Tensokrab namanya). Selama ini, teknik itu yang Q pake.. cuma sekedar buat jaga² aja.

Cos.. Q da temen juga yang sampe naik ke ruang operasi waktu kena tu Hernia, n dy harus rela sebagian usus yang keluar itu dipotong.. hii.. serem.

Memang pada awalnya, dy temen yang terkena Hernia tu, pekerja keras.. Q pikir juga keras banget. selain jadi kuli batu, malem dy jual nasi goreng. Betapa berat tu wajan klo terisi full di angkat² seperti aksi para koki internasional. Sebelumnya dy memang doyan “nimum”, maksudnya dy peminum berat alkohol. N sering pulang tengah malem dengan keadaan teler karena selain minum juga gambling. Bagus nya dy, karena olah raga super berat ini, badanya terbentuk dengan baik, dan seperti tidak terlihat kayak gembrot, gendut or berperut buncit gitu. Malah cenderung gempal, cos.. kuli kan.. hehe

Hm.. wis, di jaga aja perut bawah e.. apa mau kalo sampe kena hernia, seperti tu temen..?

Ya…!

hs May 10th, 2008 at 12:23 am

teman saya barusan kena hernia inguanalis dan divonis seumur hidup tidak boleh angkat beban yang berat-berat lagi, kira-kira benar vonis dokter tersebut mengingat teman saya sudah ngegym 5 tahun lamanya.

dr.Jeffry Tenggara May 10th, 2008 at 11:33 am

@hs
kalau memang hernia sudah terjadi, saya setuju untuk tidak angkat berat. jadi bagaimana solusinya? bereskan dulu hernia nya. temui dokter bedah, minta dilakukan reparasi hernia (herniotomy), istirahat beberapa saat setelah operasi dan silahkan kembali angkat barbel itu. namun dengan cara slow progressive return. semoga dapat membantu

hs May 10th, 2008 at 9:01 pm

barusan kita tengok teman yang habis tindakan hernia, lubangnya ditutup oleh serabut besi atau baja ya kalau tidak salah. Kronologis kejadiannya dia habis squad dengan beban 85 kg(dengan alat apa ya saya tidak tahu namanya), dengan posisi kaki terbuka untuk otot paha bagian dalam. Pas sampai ke repetisi 12 langsung dia berasa sakit perut sekitar kelamin dan besoknya timbul benjolan sebesar telur puyuh, langsung hari itu juga dia ke rumah sakit dan langsung diambil tindakan. Data dirinya 42th;1,69m;65kg dan sering latihan memakai suporter dan sabuk pinggang yang keras dan pernafasan yang benar.
Kata dokternya kalau sudah 40th keatas hendaknya tidak main dengan beban berat sekali mengingat otot abdominal(perut) mulai menurun fungsinya.
Wah teman kita yang sudah 40 th pada ketakutan mendengarnya dan trauma untuk latihan dengan beban berat mengingat kita sudah konsumsi suplemen fitness sampai puluhan juta nanti mubazir semuanya gara-gara hernia.
Pertanyaan saya apakah kondisi 40th keatas kalau latihan gym bisa dibantu dengan celana merk oppo, bisa mencegah hernia juga latihan perut kita perbanyak supaya otot perut kita kuat mennyangga usus tidak turun. Sekian dan terima kasih.

dr. Jeffry Tenggara May 11th, 2008 at 7:23 pm

seperti yang sudah saya jelaskan diatas, supporter itu tidak akan memberikan efek proteksi yang bermakna, dan terbukti pada kasus ini. hernia inguinalis terjadinya dibawah sabuk tersebut, jadi memang tidak pas tempatnya. saya tidak setuju pendapat dokter tersebut mengenai tidak boleh angkat beban (beda pendapat boleh koq diantara dokter), tapi latihannya harus disesuaikan ulang, mulai dengan angkatan ringan dan naik secara progresif. sampai batas mana? itu sangat individual, jadi mintalah teman anda untuk rasakan sendiri sampai batas mana yang dia rasakan mulai terjadi ketidak-nyamanan di daerah tersebut. Dalam operasi herniotomi, saluran hernia pasti dijahit dan pintu keluar hernia itu ditutup dengan bahan seperti fiber, saya rasa ini cukup kuat, namun memang tetap saja buatan manusia lebih rendah dibanding bikinan Tuhan, jadi sekali lagi kuncinya, slow progressive return and OBSERVE. otot perut kan bisa dilatih untuk jadi lebih kuat dengan sit up atau crunches, dan mengenai celana…tidak ada yang bisa membantu secara signifikan (anda bisa analisa sendiri dari gambar anatomi yang sudah saya berikan)
semoga dapat membantu

hs May 11th, 2008 at 10:52 pm

terima kasih sebelumnya atas saran dr. Jeffry T.
Tadi saya sudah unjukin email ini keteman saya dan ia mempunyai semangat hidup lagi(ha ha ha becanda), soalnya ia sudah ngegym 5 th lamanya dan sudah menghabiskan suplemen kira-kira 60 jtaan(perkiraan istrinya).
Menurut dokter bedahnya tidak boleh naik tangga 1 bulan dan boleh latihan yang ringan-ringan saja sesudah 6 bulan kemudian, baru kemudian ditingkatkan beban lebih berat.
Oh ya jadi kalau kita sudah 40 th keatas sarana pendukung supaya tidak hernia waktu ngegym apa ya? Selain supporter, sabuk pinggang dan pernafasan yang betul, soalnya teman teman seusia kita sudah pada 40 th keatas umurnya.

dr. Jeffry Tenggara May 12th, 2008 at 9:23 am

banyak yang meng-klaim berbagai alat bantu untuk pencegahan hernia, namun saya termasuk golongan yang tidak percaya akan efektifitas alat2 tersebut.anda bisa coba lihat gambar anatomi saluran hernia dan penjelasan saya diatas. kalau memang seseorang terkena hernia, berarti memang sudah terjadi kelemahan pada struktur anatomis yang disebabkan faktor seperti rokok, crash diet dll.kan tidak semua usia diatas 40 tahun yang angkat beban terkena hernia, dan ada yang usia dibawah 40 tahun tidak angkat beban juga terkena hernia, hal ini menunjukkan bahwa ada faktor lain ang berperan dalam hal ini
semoga dapat membantu

Denny Santoso May 12th, 2008 at 10:58 am

Dulu saya waktu masih bayi juga hernia (pdhl belum mengenal angkat beban:P)

darmawan May 13th, 2008 at 5:41 pm

kalo hernia memang kayaknya karena keturunan. dulu saya sudah merasa kena hernia kelas 6 SD dan baru dioperasi umu 31. berapa tahun tuh? soale kalo dulu kambuh bisa balik lagi ke dalam. tapi setlah ikut gym angkat berat semakin parah dan finish deh. he..he

hs May 14th, 2008 at 10:58 pm

tuh kan sudah ada yang divonis kalau hernia sudah finis untuk ikut gym lagi. Saya bingung Om Denny S. lagi orok sudah hernia tetapi bisa ikut gym lagi gimana triknya ajarin kita donk! Soalnya teman-teman kita sudah pada umur 40 th keatas pada was-was ngegym lagi tidak ya? Kan udah pada tahu suplemen fitnes udah tidak murah trus hasilnya kita jadi turun mesin(hernia coy). Kalau teman saya pas kontrol balik disaranin berenang juga bisa gedein badan. Toh hasilnya bisa lihat atlit renang pada gede-gede badannya. Walah-walah mana yang benar nih??????

Denny Santoso May 15th, 2008 at 8:49 am

lho, kan udah dijelaskan ama dokter jeffry, kalau anak kecil, salurannya belum nutup maka bisa terjadi hernia, tetapi setelah saluran saya nutup, sampe sekarang juga ga masalah sama sekali, saya udah angkat beban bertahun2 juga ga ada masalah koq.
Hernia kan terjadi kalau penutupan itu tidak sempurna. Dan solusinya ya harus dioperasi untuk ditutup. Gitu aja.

Syahrul June 9th, 2008 at 10:25 pm

Aq jg d vonis gejala hernia ma dktr.Tp dia ga nyaranin oprasi krn pnyaku usus blm smpe turun.Hanya “terbukanya selaput”.N aq ttp bs fitnes n pke clna ketat.Cmn itu…Power ga bs se explosive ma sblm gejala.So pke suplement ga bgtu signifikan.

Adek August 17th, 2008 at 5:22 am

Apakah saya menderita hernia ?? Biasanya waktu berdiri ada tonjolan yang masuk ke kantung testis?? dan ketika berbaring tonjolan itu naik ke atas lagi. kalo memang saya harus operasi, berapa lama masa penyembuhan, karena saya biasanya rajin bermain futsal dan fitnes ??

dr Jeffry Tenggara August 19th, 2008 at 1:22 pm

hai Adek, kalau membaca tulisan anda, saya hampir yakin kalau memang itu suatu hernia. untuk memastikan ya memang anda harus bertemu dokter keluarga anda. Pada prinsipnya, semua hernia harus dioperasi (ini pendapat saya ya) karena seperti bom waktu yang bisa meledak kapan saja. lama masa peyembuhan rata2 2-3 bulan tergantung kondisi individu masing2 orang. Pada awalnya jelas jangan melakukan aktivitas yang meningkatkan tekanan perut secara mendadak seperti sit-up, karena sebaik apapun operasi tetap merupakan suatu dinding lemah dibanding sekitarnya.
semoga dapat membantu

Yogha August 21st, 2008 at 3:42 pm

tanya pa dokter:
setelah membaca artikel dokter saya jadi aga khawatir pa :(
kalau memang suporter n belt tidak dapat mencegah,, brarti apalah ada cara untuk meminimalisir agar kita tidak terkena hernia??
thx b4 pa dokter :)

dr Jeffry Tenggara August 21st, 2008 at 7:49 pm

hai Yogha, sebenarnya anda tidak perlu khawatir, karena angka kejadian hernia tidak terlalu besar. Seperti yang saya tulis diatas, ada faktor yang tidak dapat dicegah dan dapat dicegah. resiko yang dapat dicegah antara lain berat badan berlebih, dan penurunan berat badan secara ekstrem seperti pada penggunaan crash diet, rokok, kurang berolah raga dan sering mengejan saat buang air besar. ya hal-2 itu yang perlu kita minimalisir.
semoga dapat membantu

Yogha August 22nd, 2008 at 8:53 am

trimakasih pa jawabannya :)

brarti latihan beban bukan salah satu faktor yg dapat menyebabkan hernia ya pa dok?
latihan beban dengan teknik yg benar tentunya hehe…

jadi fungsi dari suporter n belt itu apa ya.. n kenapa para atlit angkat beban memakai belt yg besar2 bgitu..

skali kali trimakasih pa..

dr Jeffry Tenggara August 23rd, 2008 at 10:48 pm

begini pak Yogha, latihan beban tetap merupakan faktor resiko, karena terjadi peningkatan tekanan dalam perut.Seperti yang sudah saya tulis, hernia terjadi adalah karena ada faktor predisposisi (faktor dasar) seperti usia tua, rokok, alkohol yang mengakibatkan pelemahan dinding perut, namun hal ini tidak akan menimbulkan hernia hingga ada faktor pencetus seperti batuk lama, angkat beban yang meningkatkan tekanan dalam perut secara tiba2. Jadi disini angkat beban bisa menjadi pencetus hernia pada orang dengan kelemahan perut, namun di sisi lain ,bila angkat beban disertai latihan otot perut seperti sit up secara rutin, akan meningkatkan kekuatan dinding perut dan mencegah hernia.
semoga dapat menjelaskan

Ben August 25th, 2008 at 8:50 am

Mohon jawabnnya pa dokter :
Saya memiliki keluhan sejak saya kuliah sampai saat ini(+/- 8 thn), yaitu selama kurun waktu dalam 2-3 bulan sekali saya sering mengalami nyeri perut disekitar kelamin hingga kebuah zakar, biasanya terjadi setelah mengangkat berat/kecapean. Rasa sakit tersebut bisa berlangsung selama 2-3 hari lalu hilang kembali dan selama kurun waktu tsb(nyeri) tidak terdapat benjolan apapun. Pernah sya konsultasikan ke dokter umum dan belum divonis hernia, karena ybs masih ragu karena tidak terdapat benjolan. Oleh karena itu, saya disarankan untuk USG. Yang ingin saya tanyakan, apakah saya menderita hernia atau penyakit lainya?Untuk mengatasi nyeri tersebut sebaiknya saya konsultasikan kemana?Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawabannya.

dr Jeffry Tenggara August 25th, 2008 at 6:05 pm

Hai Ben, sulit buat saya untuk menentukan apa penyebab rasa sakit itu, hanya berdasar keterangan anda. Hal itu bisa disebabkan karena kram otot atau kram organ dalam saat olah raga berat namun dengan nyeri yang dirasa pada bagian buah zakar (hal ini disebut sebagai nyeri alih), saya saran anda bertemu spesialis penyakit dalam atau urologi.
semoga dapat membantu

dwii September 3rd, 2008 at 1:23 pm

mw nany dunnn

kL misalnya aq make sabuk penggetar ntu bahaya ga ya?
aku sering mke di perut
apa ga ngaru ama organ di dalam perut??

tolg dijawab y

dr Jeffry Tenggara September 3rd, 2008 at 9:42 pm

jawabannya gampang, tidak ada.

Kicky September 4th, 2008 at 9:41 pm

Hi, doc. Aq mo crita nih, 2,5 taon yg lalu ayahq operasi hernia. Awalx operasix terlihat sukses, tapi gak tau knapa herniax kambuh lagi. Trus ayahku harus operasi lagi ato nggak? Trus deadline sampe ayah harus operasi lg kpn? Cos ayahku gak mau operasi. . .

dr Jeffry Tenggara September 6th, 2008 at 9:14 am

Hai Kicky, memang operasi hernia bukan jaminan untuk tidak terjadi kekambuhan. karena lubang hernia ditutup dengan lembar polymer maka bila mendapat tekanan terlalu besar ada risiko untuk jebol. Kalau sudah begini bagaimana? ya harus operasi lagi. tidak ada deadline bila kondisi ayahnya tenang, tapi bila terjadi hal-2 seperti nyeri hebat di perut, tidak bisa BAB atau kentut, demam, maka itu adalah indikasi operasi segera karena mengancam nyawa
semoga dapat membantu

ica September 6th, 2008 at 10:03 pm

halo dok sy mau nanya giman cara yg betul dlm pernafasan ketika kita latihan angkat berat katanya atur pernafasan juga bisa mengurangi faktor resiko hernia yah?dan kenapa ya kok massa otot sy tidak bertambah2 sy mulai fitness 2-3bln yg lalu hasilnya terlihat 1bln pertama selanjutnya sy tidak melihat peningkatan massa otit sy,oh yah apakah kita maksa makan malam bisa menjadi penyakit buat tubuh kita.terutama ginjal?thx sebelum&sesudahnya.

dr Jeffry Tenggara September 6th, 2008 at 10:44 pm

saya jawab pertanyaan yang terakhir saja, jawabannya tidak ada masalah dengan makan malam, kecuali bila makan dalam porsi besar bisa bikin gemuk. mengenai pertanyaan lainnya akan dijawab Denny.
semoga dapat membantu

Denny Santoso September 7th, 2008 at 7:29 am

Well, kenapa tiak ada perubahan ?
Saya mau nanya, latihan di bulan pertama dan di bulan ketiga apa ada perubahan dari segi intensitas ? Berat beban ?

Panca Tampubolon September 7th, 2008 at 11:16 pm

Pak dokter saya ingin tanya nih, saya kalo setelah latihan terutama latihan full kaki suka terasa sakit tepatnya dibagian perut bawah kanan, apakah itu gejala prostat dok? Sebelumnya tidak pernah begitu, tapi belakangan ini suka terasa sakit. Thank’s

dr Jeffry Tenggara September 9th, 2008 at 9:22 am

Hai Panca, saya rasa itu bukan gejala pnyakit prostat. membaca keluhan anda, menurut saya itu karena kram otot rektus abdominal saat anda melakukan latihan yang mungkin tidak tepat posisinya sehingga beban satu sisi lebih berat dibanding sisi lainnya.saran saya coba stop dulu dan biarkan otot tersebut pulih dari cedera kemudian coba mulai lagi dengan beban ringan.
semoga membantu

dwi September 13th, 2008 at 10:58 am

beneran ga bahaya make sabuk penggetar itu?/?

bisa jelasin ga,,,,

Denny Santoso September 13th, 2008 at 12:30 pm

ga bahaya dan ga ada efek juga kalau menurut saya :)

fajar September 15th, 2008 at 11:37 am

apakah orang yang setelah pasca operasi hernia melakukan sit up dapat memicu untuk kambuh lagi?

dr Jeffry Tenggara September 15th, 2008 at 1:45 pm

tentu saja dapat memicu kambuhnya hernia

dr Jeffry Tenggara September 15th, 2008 at 1:47 pm

ya, dapat saja terjadi hernia lagi. semua yang meningkatkan tekanan intra-abdomen dapat memicu hernia

Mazbiel October 21st, 2008 at 9:25 am

Pagi pak dokter jeffry,Aq mw nanye neh…
Aq ud 2 kale ke dokter tp blm dpt kejlsan apa aq kena hernia apa gk??tapi cuma ngasih suplemen atau obat yg macem2 spt tuk mengurangi nyeri,vitamin dan menetralisir selaputnya.Pernyataannya:
1.efektif & manjurkah dalam mencegah hernia serta menyembuhkannya langsung dengan obat2an dan vitamin?
2. berpa lama masa pergeseran usus melewati celah lubang sehingga semakin membesar?kalo aq mulai terasa sakit awal sptember 2008.
3.Apakah dengan urut tradisional bisa mengembalikan usus yg turun dan mencegah hernia??
4.Aq hobi sepakbola dan futsal, jarang olah raga selain itu.apakah berpengaruh juga.
Terima Kasih sekali sebelumnya dok atas jawabannya.

dr Jeffry Tenggara October 21st, 2008 at 6:00 pm

Hai Mazbiel
1. Tidak ada obat apapun yang bisa menyembuhkan hernia
2. Tidak bisa ditentukan berapa lamanya
3. Tidak, bahkan urut adalah tindakan yang sangat berbahaya bila dilakukan di daerah perut
4. bila sudah terjadi hernia memang berpengaruh.
Pada prinsipnya hernia hanya dapat di operasi (ini adalah jawaban mutlak) dan hati2 bila anda mengatakan timbul nyeri.
semoga menjawab pertanyaannya

agus October 27th, 2008 at 2:46 pm

dok sy mau tnya.
di atas buah zakar sbelah kiri sy, ada tonjolan.
itu tonjolan apa ya dok…? apa sy mngalami hernia, atau itu emng tnjolan dr buah zakar pd umumnya? dan sy pun sk merasakan nyeri tp tdk terllu berasa nyeri pd buah zakar sy dan justru sy mrasakan ada tonjolan di paha atas mlah tidak ada tonjolannya. please, mohon jawabannya dok..

dr Jeffry Tenggara October 28th, 2008 at 7:49 pm

Hi Agus, saya rasa bisa jadi itu suatu hernia, keluhan yang anda rasakan bisa terjadi saat ada organ dalam perut yang tergencet dan akan terasa nyeri tp bukan di area keluarnya hernia. saran saya, segera cari dokter keluarga anda dan tunjukkan keluhan anda.
semoga membantu

tjetjep November 15th, 2008 at 11:03 am

dok,saya baru selesai opersi hernia 4 hri lalu.jalan ja msh skit.untuk penyembhan kedpnya agar tdk kambuh lg gmn yh?pa yg hrs dhindri?saya pekrja pbrik yg bolak blik pke mtor tiap pgi,brp lma sy hrs istrhat?krn saya jg hrs tetep kerja. terima kasìh ats saran dokter salam;tjetjep di cilegon banten

Ramadhan November 15th, 2008 at 7:42 pm

Dok, awal januari 08 saya operasi hernia ing bagian kanan dan kiri. sampai saat ini saya sering merasakan sakit pada bekas bedah sisi kiri, yang bagian kanan tidak. apakah itu tanda kalau bagian kiri masih belum sempurna, bagai mana cara mengetahui kalau operasi tsb tidak mengalami kegagalan. adakah alat spt usg untuk melihat bagian dalam tsb.
Mohon jawabannya, Terimakasih

dr Jeffry Tenggara November 16th, 2008 at 7:22 pm

@tjetjep
dalam kondisi baru 4 hari menjalani operasi memang masih terasa nyeri, tp itu hal biasa dan bukan suatu masalah. Agar tidak kambuh beberapa hal yang harus diperhatikan adalah
1. stop rokok
2. jangan angkat beban berat dulu karena masih dalam fase penyembuhan, bila anda terbiasa angkat beban, saya sarankan agar berhenti dulu minimal 2-3bulan hingga luka operasi benar2 menutup dan mulailah secara bertahap sangat perlahan yaitu dengan beban yang ringan dulu. Bila anda merasakan nyeri, atau muncul benjolan lagi walau sangat ringan, segera hentikan angkat beban dan konsultasikan pada dokter anda.
3. usahakan minimalisir kegiatan yang perlu mengedan seperti buang air besar harus lancar dengan bayak makan serat.

tidak ada masalah anda naik motor ke tempat kerja, istirahat biasanya cukup seminggu dan anda sudah dapat kerja seperti biasa, namun tentu dengan kontrol ke dokter anda untuk dipantau.
semoga membantu

@ramadhan
sukar bagi saya untuk menilai apakah itu suatu kegagalan. banyak yang harus dinilai dari hasil operasi. saran saya kembali pada dokter yang melakukan operasi untuk dinilai ulang
semoga membantu

dita November 18th, 2008 at 7:54 am

apa kabar semuanya, salam kenal nama saya dita, boleh saya minta nasehat mengenai babyku yg baru usia 1 bulan dah kena hernia, tiap dia berdiri atau menangis ada benjolan keluar dari atas paha, kenmudian kadang turun sampai ke buah zakar, kira kira apa tindakan yg bisa dilakukan? kapan sebaiknya dlakukan operasi? terimakasih banget atas nasehatnya yah

dolvi November 27th, 2008 at 12:12 am

DOK,saya mau tanya saya kena penyakit hernia.tapi saya takut dioperasi.karena mengingat biayanya.kalau saya bleh tanya kira-kira berapa ya biaya totalnya?terimakasih banyak ya dok

Hendra Santoso November 27th, 2008 at 8:43 am

^tiap RS kan beda2, tanyakan aja ke RS yang bersangkutan

Joko Tingkir December 11th, 2008 at 11:03 pm

pak dokter..
mau tnya nih..
kalo testis yg kri lbh trun ap udh gjla hernia pak?
kdg2 suka nyeri sih..
trima ksh..

Erwin December 15th, 2008 at 11:09 pm

Hernia berpengaruh kpd kesuburan ga?



Leave a Reply