Denny Santoso, S. Kom, SAC. Dip., CSN

Indonesia Sport Nutritionist
Browse » Home » Weblogs » Going to Melbourne, Australia

Going to Melbourne, Australia

Kemarin malam aku belum sempat upload blog terakhirku karena waktu yang sangat terbatas dan aku harus segera tidur supaya tidak terlalu capek keesokkan harinya. Pagi ini aku bangun karena wekker, mungkin karena terlalu capek kemarin malam. Hujan sangat deras diluar dengan petir menyambar kesana kemari.  Aku segera membersihkan diri, mengemasi semua barang-barang, mengecek semua laci dan lemari untuk melihat apakah ada yang tertinggal.

Aku turun pukul 7.10, lima menit lebih awal dari janjiku, kemudian memproses semua urusan check out, membayar hotelku sebesar $1385 untuk 3 hari dan menunggu Brian n Missy. Mereka turun sekitar 1 menit kemudian, dan setelah menyelesaikan semuanya, kita menunggu taksi pesanan kita. Missy bingung ketika petugas hotel memesan ‘Maxi’ Cab yang artinya taxi berukuran besar, atau van.

Lima menit kemudian, maxi cab yang kami pesan datang dan kami segera meluncur menuju ke airport. Kita mengantri cukup panjang untuk melakukan check-in di Terminal 3 untuk Singapore Airlines yang menuju ke Melbourne, Australia. Missy menitipkan satu koper ke aku supaya mereka tidak terlalu overweight karena saat ini denda untuk overweight cukup mahal, dan bahkan di US, untuk membawa 1 koper saja kita harus membayar $25 belum termasuk kalau kelebihan berat. Setelah selesai check in, aku melihat Brian berbisik-bisik dan ternyata, mereka mau mengupgrade tiketku dari economy class menjadi business class. Mereka menambahkan $600 untuk proses ini. Mereka bilang supaya aku tidak terlalu capek terbang 7.5 jam menuju Melbourne karena nanti setibanya di sana kita akan segera menuju hotel dan masih harus jalan untuk mencari restaurant dan lain-lain. So nice of them don’t you think :) Missy mengatakan, dia pernah melihat ada orang dengan tiga anaknya yang masih kecil sekali, memesan tiket business class seharga US$6000 per orang untuk mereka semua. Masih kecil tetapi punya tempat duduk sendiri-sendiri sebesar itu.

Aku agak lapar karena belum sempat sarapan sejak bangun pagi di hotel, kamu segera mencari café di dalam airport dan aku membeli 2 buah croissant dan coklat panas sedangkan Brian n Missy cuma membeli juice dan air. Missy ingin segera check in karena jalan menuju pesawat masih jauh. Setelah melewati proses pemeriksaan, ternyata business class sudah boarding dari tadi dan kami bergegas masuk ke dalam pesawat.

Kami ternyata mendapatkan pesawat yang terbaru, Boeing 777-300ER. Business Classnya ternyata sangat keren. Bahkan ada colokan listrik buat laptopku sehingga aku bisa menulis blog ini di dalam pesawat. Colokannya juga tidak memerlukan converter khusus, sama seperti di rumah-rumah. Ada USB slot untuk multimedia, ada colokan untuk dvd kalau kita membawa dvd player sendiri. Bahkan ada colokan LAN untuk Internet!!!! Sayang sekali mereka tidak menyediakan kabelnya. Aku harus ingat dan lain kali membawa kabel LAN sendiri :P Juga ada cermin di panel depanku, ada tempat menaruh air dan gantungan baju, ada banyak laci2 kosong untuk meletakkan barang, dan bahkan kursiku ini bisa dilipat dan diextend untuk menjadi tempat tidur lengkap dengan bantal dan selimutnya. Jadwal penerbangan, termasuk jarak dan berapa lama lagi kita akan sampai, bisa dilihat di remote control di samping tangan. Pramugari di pesawat memberiku minuman selamat datang dan kemudian memberiku menu lengkap untuk sarapan dan makan siang.

Sarapan dibagikan beberapa saat setelah pesawat lepas landas, but ternyata, ada buah nanas lagi:( kenapa dimana-mana selalu ada nanas:( Pramugari lalu lalang sambil menawarkan berbagai macam kue, croissant, dan sebagainya. Cukup nyaman berada disini dan baru kali ini rasanya ingin berlama-lama di dalam pesawat terbang. Mereka bahkan sudah mencatat pesananku untuk makan siang nanti.

Aku menyempatkan diri untuk menulis blog di pesawat (sambil menonton Bee Movie dan Step Up 2: The Streets yang baru saja direlease) karena aku mempunyai banyak waktu di pesawat. Aku akan melanjutkan blog ini nanti malam dan sekarang aku mau menyelesaikan beberapa naskah tulisanku yang akan dibukukan beberapa waktu lagi. Just wish me luck on that:)

Sambil menyelesaikan beberapa naskah, pramugarinya memberiku another apple juice dan kacang almond untuk camilan. Brian datang menghampiri aku dan aku menemani dia berjalan-jalan sebentar di pesawat. Aku datang ke tempat Missy dan bertanya apa yang dia lakukan, ternyata dia sedang memilih barang dari DFS (Duty Free Shop):P

Aku kembali ke tempat dudukku dan melanjutkan pekerjaanku sambil tetap menonton film. 3 jam setelah lepas landas, mereka menyajikan menu pembuka makan siangku, sashimi :( I don’t really like raw food n a bit spicy…..

Setelah selesai, mereka menyajikan menu utamaku yaitu kambing dengan mashed potatoe. Aku menikmati makan siangku sambil menonton The Sarah Connor Chronnicle.Ternyata mereka menawarkan macadamian vanilla ice cream with chocolate:) Macadamian adalah jenis kacang yang katanya hanya ada di Hawaii. Aku pikir setelah itu sudah selesai, tetapi ternyata mereka datang lagi sambil menawarkan cheese or fruit. Aku ambil buahnya :)  Selesai buah, mereka masih menawarkan teh atau kopi lagi.

Kemudian aku melanjutkan pekerjaanku lagi sambil meneruskan menonton film sampe akhirnya aku mendarat di Melbourne pada pukul 7.15. Setelah melalui proses imigrasi, koper kami ternyata sangat cepat sampainya. Missy sampai mengatakan ini datangnya koper tercepat yang dia pernah alami. Kami langsung menuju ke tempat deklarasi koper dan keluar menuju ke tempat antrian taxi. Taxi segera meluncur ke hotel kami di Park Hyatt Hotel Melbourne. Suhu di Melbourne ternyata tidak sedingin yang aku kira, cuma sekitar 10C, aku pernah mengalami yang jauh lebih dingin di Farmington, -10C dan bersalju serta angin kencang. Aku tidak tahu apakah karena ini hari minggu, tetapi banyak toko di sepanjang jalan yang aku lalui sudah pada tutup sedangkan jam masih menunjukkan pukul 8.20 malam.

Hotel Park Hyatt keliatan cukup mewah dan kami cek in bersama-sama. Setelah mendapatkan kamar masing-masing, aku masuk dan memotret semuanya setelah itu memesan grilled chicken with mashed potatoe. Belum terlalu lapar sih karena jam disini berbeda 3 jam dengan di Indonesia, tetapi aku harus segera pesan daripada restaurantnya keburu tutup pukul 9.30. Akhirnya here I am, writing this blog n uploading the picture again:)


 

Posted in Weblogs

7 Responses to “Going to Melbourne, Australia”


tyas June 22nd, 2008 at 9:25 pm

wah..keren banget tuh mas.. hotel n pesawatnya…

kalau kaya gitu aq juga betah mas.. heheheh :)…
itu ke singapore n australia dalam rangka apa ni mas.. liburan atau ada undangan

Denny Santoso June 23rd, 2008 at 6:03 am

Tyas, kalau untuk pesawat, emang the best deh :P bisa buat tiduran beneran, dikasih tutup mata, bantal dan selimut, kemudian headphone with cancellation noise, jadi suara engine pesawat tidak terdengar.

Dalam rangka nemenin bos ultimate dari US meeting kesana kemari. Besok pagi dah mesti terbang lagi neh ke Sydney:P

tyas June 23rd, 2008 at 10:28 am

wah… enaknya kerja kaya mas denny… masih muda jadi esmud…punya perusahaan pula…
+ jalan - jalan
nemenin bos…. indah banget dunia..

oiya ultimate itu franchise ya…kalo baca perjalannannya kaya franchise…susah ga mas ikutan franchisenya…
pemasarannya kayanya agak susah apalagi di indo masyarakatnya ga kaya di US yang tiap hari minum suplemen..dilanjut mas tulis perjalanannya, jadi ikut ngerasain…

Denny Santoso June 23rd, 2008 at 6:29 pm

ultimate bukan franchise koq tyas. pemasaran emang susah karena pengetahuan penduduk indo akan nutrisi masih cukup sedikit, that’s why kita harus berjuang keras berbagi ilmu. Beda ama masyarakat di melbourne yang aku kunjungi ini, mereka datang bukan bertanya mesti pake apa, tapi langsung milih mau beli apa. Kalau masyarakat indo kan masih nanya ’saya mesti pake apa?’ :)

tyas June 24th, 2008 at 2:19 pm

setelah baca comment balesan dari mas denny… aq jadi kepikiran…aq punya ide, mungkin buat mas ide ini gila atau asal aja…
dilihat dari tingkat pengetahuan masyarakat, gimana kalo coba buka stand atau counter kecil di hotel bintang 5 atau mall/plaza kelas atas yang pengunjungnya kelas menengah keatas kalau memang target marketnya menengah keatas. dengan begitu banyak masyarakat yang liat produknya dan beli dan mereka juga bisa bertanya kepada SPGnya. dibandingkan dengan mereka harus pergi ke suatu tempat, dengan adanya di mall,plaza/hotel…mereka tujuannya ga cuma satu…bisa sambil belanja yang lain/ punya keperluan yang lain. rata2 di indo kan gitu mas pada males kalau cuma pergi ke satu tujuan alasannya ga irit dan efisin. kalau g pada di hotel ga perlu repot nyari, tinggal nikmatin liburan…

maaf ya mas ini cuma ide ku aja koq… kalo ga kepake juga ga papa koq..:) cuma menyalurkan ide…gitu aja koq mas..

sekarang ngelanjutin wisata baca ke melbourne…. berangkat…. :)

Denny Santoso June 24th, 2008 at 8:59 pm

Tyas, i’m thinking about it sih. Aku lebih interest ama pelatihannya. Edukasinya penting banget :)

Aheng - jambi June 29th, 2008 at 10:48 am

buset…….. tuh pesawat ato rumah ko??
semua nya tersedia gitu.. mewah bgt.. tp tiket nya selangit harga nya, hahaha…



Leave a Reply