Denny Santoso, S. Kom, SAC. Dip., CSN

Indonesia Sport Nutritionist
Browse » Home » Medis » Cholesterol Management

Cholesterol Management

Setelah mengetahui apa itu HDL, LDL, VLDL dan trigliserida, serta bahaya dari peningkatan kadarnya dalam darah, apa yang bisa dan harus kita lakukan?

Sekitar 60-70%kolesterol dalam darah diproduksi sendiri oleh hati dan hanya 30%yang berasal dari makanan, hal inilah yang mneyebabkan bahwa ada orang yang sudah mengatur makanan secara ketat namun masih memiliki kadar kolesterol tinggi namun ada juga yang makan dengan bebas (termasuk junk food) namun memiliki kadar kolesterol yang rendah…life is unfair to some huh?. Jadi faktor genetik adalah faktor yang berperan penting, namun kita dapat memaksimalkan usaha untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah melalui beberapa cara dibawah ini.

Olah Raga dan Penurunan Berat Badan

Obesitas telah terbukti berhubungan dengan kadar LDL, VLDL dan trigliserida yang tinggi sertra HDL yang rendah, penurunan berat badan akan memperbaiki profil lemak darah dan sekaligus menurunkan tekanan darah. Olah raga seperti apa yang terbaik? Saat ini secara medis, yang terbaik adalah latihan aerobik yang menggunakan otot besar selama minimal 30 menit dengan frekuensi 4 kali seminggu. Makin sering dan makin lama, makin baik hasilnya.

Diet

Seperti yang telah ditulis diatas, walau diet hanya berperan dalam 30% kadar kolesterol darah, namun ini adalah faktor yang harus dimaksimalkan. Beberapa makanan yang dapat dikonsumsi antara lain, daging sapi atau ayam tanpa lemak atau kulit, putih telur (tanpa bagian kuning), susu skim untuk menggantikan full cream, canola oil, minyak biji bunga matahari, minyak zaitun untuk menggantikan minyak kelapa. Perhatikan konsumsi ikan harus lebih banyak daripada daging. Pilihlah sumber lemak yang baik karena mengkonsumsi lemak yang baik akan membantu menurunkan kadar lemak jahat dalam tubuh kita.

Obat

Saat ini tersedia beberapa macam obat untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida, antara lain golongan statin seperti simvastatin, atorvastatin (lipitor), pravastatin (pravachol), golongan fibrat seperti gemfibrozil (lopid), golongan pengikat asam lemak dan golongan asam nikotinat. Hanya fibrat dan statin yang akn dibahas disini karena merupakan terapi utama yang dipakai oleh kalangan medis.

Statin

Merupakan golongan obat yang paling sering digunakan. Mekanisme kerjanya adalah menghambat pembentukan kolesterol di hati. Penggunaan statin sekali sehari saat makan malam atau dapat memperbaiki profil lemak darah secara efektif . Perlu diperhatikan bahwa penggunaan obat ini akan mempengaruhi fungsi hati, sehingga diperlukan pemantauan berkala terutama bagi yang memiliki penyakit hati sebelumnya.

Fibrat

Mekanisme kerjanya terutama meningkatkan bersihan/clearance kolesterol dan trigliserida di hati. Obat ini terutama digunakan untuk memperbaiki profil trigliserida. Efek samping yang perlu diawasi adalah miopati (kerusakan otot) dan kombinasi dengan statin akan meningkatkan kejadian ini.

Mengingat efek samping yang dapat timbul, maka penggunaan obat adalah merupakan jalan terakhir untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida, dan olah raga serta pengaturan diet merupakan terapi paling aman dan cukup efektif dalam mengontrol kadar lemak darah

Semoga bermanfaat

Dr. Jeffry Beta Tenggara

Resident of Internal Medicine Department

Medical Faculty University of Indonesia-RSCM

Posted in Medis

7 Responses to “Cholesterol Management”


umar November 5th, 2008 at 2:09 pm

Pak Dokter, mengapa 60-70%kolesterol dalam darah diproduksi sendiri oleh hati?

eZra November 5th, 2008 at 6:28 pm

saya sudah mengikuti latihan fitnes selama kurang lebih 1 (satu) tahun, namun bentuk badan yang saya inginkan belum juga tercapai,
masalahnya adalah dibagian perut,
saya sudah melakukan latihan perut disetiap kali latihan n perlu diketahui bahwa saya melakukan latihan minimal 4(empat) kali seminggu, tetapi bagian perut saya tidak ada perubahan bahkan terlihat melebar kesamping.n’ saya telah melakukan diet ketat yaitu dengan mengurangi porsi makan-makanan yang mengandung karbohidrat, terutama pada malam hari diatas jam 7 malam saya sudah tidak makan lagi, tetapi cara itu tetap juga tidak ada hasilnya,
yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana lagi cara yang harus saya lakukan agar keiginan saya tersebut bisa tercapai yaitu perut yang sempurna.paling tidak mengurangi dari keadaan yang sekarang atau adakah trik-trik yang lain.(keadaan perut saya kalau dilihat dari samping kiri maupun dari kanan memang kelihatannya rata, namun jika dilihat dari depan dan dari belakang malah kelihatan melebar) tolong saya donk.ok, saya tunggu jawabannya.trimakasih.

rezqy November 6th, 2008 at 9:50 am

tolong saya donk.. saya sudah melakukan diet berulang kali tapi kenapa ya .. setelah saya berhenti kok kembali lagi malah kadang melampaui sebelumnya.. saya gak suka olah raga.. tolong kasih saran bagaimana caranya menurunkan berat badan tanpa olah raga dan kecuali sedot lemak karna thu khan mkan biaya… tolong yaaa…

Hendra Santoso November 7th, 2008 at 7:20 pm

Saya bantu jawab ya,

@ezra: diet harusnya tidak mengurangi makan tetapi mengganti jenis makanan. di website ini terdapat banyak sekali cara untuk berdiet, intinya adalah, praktekkan yang anda serap, jangan diet dengan mengurangi makanan

Untuk panduan dasar tentang diet terlengkap dan terbaik, lihat di:
http://www.sportindo.com/page/183/Food_Nutrition/Ultimate_Diet_Guide.html

@Rezqi: kunci menurunkan berat badan adalah pengaturan pola makan, olahraga dan suplementasi, tanpa olahraga sulit. diet dengan mengurangi makanan tidak mungkin berhasil.

Untuk panduan dasar tentang diet terlengkap dan terbaik, lihat di:
http://www.sportindo.com/page/183/Food_Nutrition/Ultimate_Diet_Guide.html

baca ini dulu ya.

Irwan November 11th, 2008 at 1:10 pm

Apakah Konsumsi Ultra Riped dan juga Minum Teh Hijau Tdk Berpengaruh?

Hendra Santoso November 12th, 2008 at 10:36 am

^kalau berat badan anda turun berpengaruh (sambil olahraga)

kalau minum UR dan teh hijau berharap kolesterol turun secara drastis, tidak bisa.

linda January 5th, 2009 at 3:40 pm

dok, aku mau nanya.. kalau orangnya sudah fatty liver, apakah boleh makan lipitor? kan lipitor tidak dianjurkan bagi yang uda ada liver problem… padahal problem livernya gara2 fatty.. sya jadi bingung. mohon penjelasannya. makasih dok



Leave a Reply