Cholesterol Management

November 4, 2008, Posted by Jeffry Tenggara MD at 10:32 pm

Setelah mengetahui apa itu HDL, LDL, VLDL dan trigliserida, serta bahaya dari peningkatan kadarnya dalam darah, apa yang bisa dan harus kita lakukan?

Sekitar 60-70%kolesterol dalam darah diproduksi sendiri oleh hati dan hanya 30%yang berasal dari makanan, hal inilah yang mneyebabkan bahwa ada orang yang sudah mengatur makanan secara ketat namun masih memiliki kadar kolesterol tinggi namun ada juga yang makan dengan bebas (termasuk junk food) namun memiliki kadar kolesterol yang rendah…life is unfair to some huh?. Jadi faktor genetik adalah faktor yang berperan penting, namun kita dapat memaksimalkan usaha untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah melalui beberapa cara dibawah ini.

Olah Raga dan Penurunan Berat Badan

Obesitas telah terbukti berhubungan dengan kadar LDL, VLDL dan trigliserida yang tinggi sertra HDL yang rendah, penurunan berat badan akan memperbaiki profil lemak darah dan sekaligus menurunkan tekanan darah. Olah raga seperti apa yang terbaik? Saat ini secara medis, yang terbaik adalah latihan aerobik yang menggunakan otot besar selama minimal 30 menit dengan frekuensi 4 kali seminggu. Makin sering dan makin lama, makin baik hasilnya.

Diet

Seperti yang telah ditulis diatas, walau diet hanya berperan dalam 30% kadar kolesterol darah, namun ini adalah faktor yang harus dimaksimalkan. Beberapa makanan yang dapat dikonsumsi antara lain, daging sapi atau ayam tanpa lemak atau kulit, putih telur (tanpa bagian kuning), susu skim untuk menggantikan full cream, canola oil, minyak biji bunga matahari, minyak zaitun untuk menggantikan minyak kelapa. Perhatikan konsumsi ikan harus lebih banyak daripada daging. Pilihlah sumber lemak yang baik karena mengkonsumsi lemak yang baik akan membantu menurunkan kadar lemak jahat dalam tubuh kita.

Obat

Saat ini tersedia beberapa macam obat untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida, antara lain golongan statin seperti simvastatin, atorvastatin (lipitor), pravastatin (pravachol), golongan fibrat seperti gemfibrozil (lopid), golongan pengikat asam lemak dan golongan asam nikotinat. Hanya fibrat dan statin yang akn dibahas disini karena merupakan terapi utama yang dipakai oleh kalangan medis.

Statin

Merupakan golongan obat yang paling sering digunakan. Mekanisme kerjanya adalah menghambat pembentukan kolesterol di hati. Penggunaan statin sekali sehari saat makan malam atau dapat memperbaiki profil lemak darah secara efektif . Perlu diperhatikan bahwa penggunaan obat ini akan mempengaruhi fungsi hati, sehingga diperlukan pemantauan berkala terutama bagi yang memiliki penyakit hati sebelumnya.

Fibrat

Mekanisme kerjanya terutama meningkatkan bersihan/clearance kolesterol dan trigliserida di hati. Obat ini terutama digunakan untuk memperbaiki profil trigliserida. Efek samping yang perlu diawasi adalah miopati (kerusakan otot) dan kombinasi dengan statin akan meningkatkan kejadian ini.

Mengingat efek samping yang dapat timbul, maka penggunaan obat adalah merupakan jalan terakhir untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida, dan olah raga serta pengaturan diet merupakan terapi paling aman dan cukup efektif dalam mengontrol kadar lemak darah

Semoga bermanfaat

Dr. Jeffry Tenggara
Chief Residen Penyakit Dalam
FKUI-RSCM

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Related posts:

  1. Lemak, Kolesterol dan Trigliserida Part I
  2. Pilihlah Produk Low-Fat yang Tepat
  3. Telur dan Kolesterol?
  4. Steroid : Apa yang Harus Anda Ketahui

Currently have 21 Comments

  1. umar says:

    Pak Dokter, mengapa 60-70%kolesterol dalam darah diproduksi sendiri oleh hati?

  2. eZra says:

    saya sudah mengikuti latihan fitnes selama kurang lebih 1 (satu) tahun, namun bentuk badan yang saya inginkan belum juga tercapai,
    masalahnya adalah dibagian perut,
    saya sudah melakukan latihan perut disetiap kali latihan n perlu diketahui bahwa saya melakukan latihan minimal 4(empat) kali seminggu, tetapi bagian perut saya tidak ada perubahan bahkan terlihat melebar kesamping.n’ saya telah melakukan diet ketat yaitu dengan mengurangi porsi makan-makanan yang mengandung karbohidrat, terutama pada malam hari diatas jam 7 malam saya sudah tidak makan lagi, tetapi cara itu tetap juga tidak ada hasilnya,
    yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana lagi cara yang harus saya lakukan agar keiginan saya tersebut bisa tercapai yaitu perut yang sempurna.paling tidak mengurangi dari keadaan yang sekarang atau adakah trik-trik yang lain.(keadaan perut saya kalau dilihat dari samping kiri maupun dari kanan memang kelihatannya rata, namun jika dilihat dari depan dan dari belakang malah kelihatan melebar) tolong saya donk.ok, saya tunggu jawabannya.trimakasih.

  3. rezqy says:

    tolong saya donk.. saya sudah melakukan diet berulang kali tapi kenapa ya .. setelah saya berhenti kok kembali lagi malah kadang melampaui sebelumnya.. saya gak suka olah raga.. tolong kasih saran bagaimana caranya menurunkan berat badan tanpa olah raga dan kecuali sedot lemak karna thu khan mkan biaya… tolong yaaa…

  4. Hendra Santoso says:

    Saya bantu jawab ya,

    @ezra: diet harusnya tidak mengurangi makan tetapi mengganti jenis makanan. di website ini terdapat banyak sekali cara untuk berdiet, intinya adalah, praktekkan yang anda serap, jangan diet dengan mengurangi makanan

    Untuk panduan dasar tentang diet terlengkap dan terbaik, lihat di:
    http://www.sportindo.com/page/183/Food_Nutrition/Ultimate_Diet_Guide.html

    @Rezqi: kunci menurunkan berat badan adalah pengaturan pola makan, olahraga dan suplementasi, tanpa olahraga sulit. diet dengan mengurangi makanan tidak mungkin berhasil.

    Untuk panduan dasar tentang diet terlengkap dan terbaik, lihat di:
    http://www.sportindo.com/page/183/Food_Nutrition/Ultimate_Diet_Guide.html

    baca ini dulu ya.

  5. Irwan says:

    Apakah Konsumsi Ultra Riped dan juga Minum Teh Hijau Tdk Berpengaruh?

  6. Hendra Santoso says:

    ^kalau berat badan anda turun berpengaruh (sambil olahraga)

    kalau minum UR dan teh hijau berharap kolesterol turun secara drastis, tidak bisa.

  7. linda says:

    dok, aku mau nanya.. kalau orangnya sudah fatty liver, apakah boleh makan lipitor? kan lipitor tidak dianjurkan bagi yang uda ada liver problem… padahal problem livernya gara2 fatty.. sya jadi bingung. mohon penjelasannya. makasih dok

  8. SUKMA says:

    pak dok, bagaimana hubungan antara kadar cholesterol terhadap kadar glukosa darah?

  9. dr Jeffry Tenggara says:

    @linda
    saya minta maaf baru sempat membalas pertanyaan anda sekarang karena kesibukan yang penuh dalam bulan januari. Betul kata anda bahwa golongan statin termasuk lipitor tidak boleh diberikan pada orang dengan kerusakan hati tp hal ini adalah untuk yang sudah masuk dalam fase sirosis, jadi bila fatty liver belum menjadi sirosis, tidak masalah memakai statin. tp harus diingat bahwa statin bukan jalan utama dalam menurunkan fatty liver, melainkan perubahan diet dan olahraga yang seperti dijelaskan diatas.
    semoga membantu.

    @sukma
    pada orang yang sudah menderita diabetes, umumnya akan disertai peningkatan kadar koleterol (sebagai komplikasi DM)

  10. Andrie says:

    Saya bingung mau masukkan di post yang mana,begini pak denny ,seandainya tiap hari kita mengkonsumsi daging Has Dalam Sapi dan atau dada ayam kampung/potong kira2 250gram per hari ditambah tahu tempe 100-200 gram per hari ,apakah ada efek negativ kelak [kolesterol]? bagaimana solusi pencegahan nya ?apakah harus mengkonsumsi oatmale teratur ? umur saya 30 tahun dan ingin memulai fitnes stlh 6 bln berhenti

  11. Fullofspirit says:

    sudah sebulan ini, saya rutin konsumsi oatmeal, pernah lihat (di iklan siy) kalo oatmeal bisa menurunkan kolesterol (LDL) secara signifikan. kenapa ya? apa karena seratnya?
    kalo cemilan sehari-hari dari kacang2an (sehari bisa 3-4 genggam bbrp jenis kacang2an) kira2 baguskah? pengaruh gak ke peningkatan lemak tubuh/kolesterol?

    tq :D
    fullofspirit

  12. sam saimun says:

    Ternyata banyak teman yang belum bisa menurunkan berat badan,mungkin karena :
    1.Kurang disiplin diri sendiri.
    yaitu kesehatan adalah paling mahal dari
    harta.
    2.Olah raga.
    Sangat penting untuk menggerakan organ tubuh
    serta membakar lemak dll.
    3.Harus dibantu dengan supplymen biar cepat
    membakar lemak serta menahan napsu makan.
    contohnya ultra ripped.
    Ini contoh yang saya lakukan dalam diet dan
    hasilnya perutku udah kecil.

  13. Hendra Santoso says:

    @andrie n Fullofspirits: di artikel ini disebutkan kolesterol hanya dipengaruhi sebesar 30% dari makanan, dan makanan yang tinggi kolesterol tidak termasuk dada ayam sehingga tidak masalah.

    setahu saya oatmeal itu sendiri tidak menurunkan kolesterol secara langsung. tetapi membantu.

  14. john says:

    Numpang tanya donk.. klo minyak omega 3 itu bebas dikonsumsi siapa saja kan?? ada kemungkinan jadi masalah gak ya klo dikonsumsi wanita yg sedang hamil??
    makasih jawabannya.

  15. Hendra Santoso says:

    @john: ambil dari ikan saja, untuk wanita hamil yang penting protein, asam folat, zat besi, calcium dan multivitamin lainnya

  16. anton medangym says:

    omega-3 paling muaknyess untuk nurunin kolestrol, sama pola makan di ganti jadi gandum utuh.. rendah lemak, sedang karb dan tinggi protein..
    yang pastinya minimal seminggu berolah raga 4 x.. 1 hari minimal 30 menit..
    go go hidup sehat..:D

  17. erwan says:

    Mas Deny, kalau mau meningkatkan masa otot, dianjurkan untuk makan telur, yang ingin saya tanyakan:
    1 berapa anjurannya butir telur perhari? lalu apakah hanya putih telurnya saja atau juga termasuk kuningnya?

    2. Kuning telur itu katanya mengandung kolestror tinggi, bila kita makan telur beserta kuningnya (point 1 diatas), apakah bahaya kolestrol bisa di hilangkan dengan olah raga dan makan sayur2x an?

    3. saya berusia 31 tahun, apakah sudah saatnya pantang makan kuning telur?

    4. terima kasih banyak

  18. Sportindo Consultant says:

    Dear erwan,
    1. Kuning telur mengandung kolesetrol yang cukup tinggi, jadi disarankan konsumsinya tidak lebih dari 1 butir per hari. Sedangkan untuk putih telur sangat dianjurkan karena merupakan sumber protein yang baik.Konsumsinya bisa disesuaikan kebutuhan protein Anda, dan di dalam 100 gram putih telur itu mengandung 11 gram protein.
    2.Ya, memang kandungan kolesterolnya cukup tinggi.Dan seperti penjelasan artikel di atas, untuk mengatasinya harus melalui pengaturan diet dan olahraga teratur.
    3. Kalau Anda tidak memiliki masalah hiperkolesterol,maka Anda masih boleh saja mengkonsumsi kuning telur, tapi dibatasi.tapi kalau kadar kolesterol darah Anda tinggi maka memang sebaiknya dilakukan pembatasan atau bahkan menghindari terhadap makanan tinggi kolesterol seperti kuning telur, jerohan,dll.
    Semoga bisa membantu.

  19. [...] telur baik atau buruk untuk kolesterol saya? Banyak orang dibuat bingung dengan hal ini. Telur memang tinggi kolesterol, dan diet [...]

  20. rendy says:

    saya seorang pria 20tahun dng berat 71 kg dan tinggi 180cm.,
    sudah menjalankan fitness 2,5tahun hasilnya pun sudah terlihat.
    Yang jadi permasalahan,kosumsi protein yg saya lakukan terkadang paling sering dari telur.
    sehari saya bisa menghabiskan
    -20-15butir(PUTIH+KUNING)
    -ayam/sapi 250gram,
    -whey protein (2xshari)
    dan
    -susukacang tanpa saring 100gram(waktu masi kering)
    pola ini saya sertai dengan olah raga dan minum yg teratur dan banyak.
    pertanyaan:
    menurut Dokter,apakah kosumsi telur(dng putih/kuning) diatas cukup baik??saya perna bertanya ttg kuning telur kepada salah satu instruktur saya,beliau pemenang olimpiade waktu jaman 80an,beliau bilang klo masi mudah tidak apa?betul begitu????
    TOLONG BERIKAN SARAN,DOKTER..trimaksi banyak.

  21. Sportindo Consultant says:

    Dear rendy,
    Untuk konsumsi kuning telur sebaiknya mulai dibatasi saja, karena kandungan koleseterolnya cukup tinggi. Konsumsi kuning telur sebaiknya tidak lebih dari 1 butir sehari. Protein pada telur terdapat pada bagian putihnya, sehingga kalau konsumsi putih telurnya tidak masalah. Memang kalau masih muda fungsi organ-organ dan metabolisme tubuh kita masih berfungsi baik, tapi penyakit degeneratif ini merupakan penyakit kronik di mana butuh waktu yang lama untuk proses penyakit ini hingga muncul gejala atau manifestasi klinisnya. Kalau masih muda pola makannya sudah tidak diatur biasanya dampaknya baru terasa ketika sudah lanjut usia. Jadi lebih baik mencegah daripada mengobati kan?

    Semoga bisa membantu.

Leave a Reply