Alasan & Motivasi
Apa kabar semua? Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak Anda kembali ke titik awal diet Anda. Apa yang menjadi alasan awal dan motivasi Anda untuk melakukan diet dan berolahraga? Meskipun banyak di antara Anda yang melakukan diet tanpa mau berolahraga, tetapi saya akan berasumsi disini bahwa Anda akan melakukan yang benar dan terbaik untuk diri Anda yaitu mengatur pola makan dan mengatur jadwal berolahraga yang tepat.
Selama ini saya selalu membahas tentang bagaimana mengatur pola makan yang benar, apa yang boleh dan tidak boleh dimakan, bagaimana latihan yang tepat untuk membakar lemak dengan cepat, dan masih banyak lagi hal-hal teknis seperti itu. Tetapi akhirnya saya menyadari satu hal. Semua pola makan dan jadwal latihan itu tidak akan ada gunanya apabila Anda tidak mau melakukannya kan? Dari situ saya mulai berpikir, apa sih yang sebenarnya mendorong Anda untuk memulai ini semuanya?
Pernah dulu ketika saya sedang makan siang dan ngobrol bersama Romy Rafael. Saya bertanya 1 hal kepada Romy, “Rom gimana sih cara menghipnosis orang supaya berhenti merokok? Saya pengen membantu temen saya yang perokok berat tapi tidak mau berhenti”. Apa jawab Romy? Dia mengatakan bahwa tanpa adanya dorongan dari dalam diri seseorang, tidak akan bisa dihipnosis untuk berhenti merokok. Yang bisa dibantu adalah seseorang yang “mau” berhenti tetapi kesulitan. Hal itu membutuhkan yang biasanya disebut “turning point” atau titik balik. Sebagai contoh, orang yang benar-benar tidak mau berhenti merokok tadi tahu-tahu divonis dokter kena kanker paru-paru, kemudian dia shock dan berhenti merokok. Tetapi kondisi ini biasanya sudah terlambat.
Nah kembali lagi ke masalah diet dan olahraga, sambil melanjutkan obrolan kami, saya mengaitkan kedua hal tersebut. Jarang sekali orang yang dengan sadar mau berolahraga dan diet sebelum mengalami turning point tersebut. Orang berolah raga setelah divonis dokter mereka menderita obesitas, diabetes, cholesterol tinggi, yang memang solusinya adalah olahraga (selain obat tentunya). Hal ini tentu amat disayangkan bukan…..
Tetapi untungnya, belakangan ini, kesadaran masyarakat untuk berolahraga dan mengatur pola makan sudah mulai meningkat. Banyak sekali makanan-makanan sehat yang dijual dimana-mana. Gym-gym mulai banyak menjamur di berbagai sudut kota. Tetapi meskipun kenyataannya semakin banyak orang berolahraga, saya masih melihat orang berolahraga dengan BUTA. Apakah Anda salah satunya?
Bersambung…..







Hmmm… benar sekali mas denny…
Saya sekarang juga kembali berolah raga karena ada sesuatu yg menyebabkan saya harus kembali bugar. Dulu 5 tahun lalu pas smu dimana aktivitas dan olahraga dijalankan serta diet, saya bangun pagi selalu fresh, ceria, tidak stress dan kalau berfikir itu cepet banget… setelah stop dari pola hidup sehat, dimana saya menjadi perokok berat dan tidak diet, bukan hanya berat badan saya saja yg naik. setiap bangun pagi dada saya terasa sakit dan kepala pusing, terus kalau keluar rumah walaupun itu ke mall dll pas pulangnya malah lemes banget ga bertenaga dan capek… Saya juga sangat mudah sakit, demam, flu, masuk angin dll. Not the a beautiful life…
Sekarang dengan kembalinya saya ke pola hidup sehat saya justru merasakan perubahan yg cukup berasa & signifikan. Setiap bangun pagi kepala ringan, dada tidak sesak lagi. Nah anehnya lagi… kok dengan pola hidup olahraga plus diet yang saya jalankan saya justru lebih bertenaga dan bersemangat. Walau masih perokok, saya justru bisa menguranginya sekitar 75%. kalau dulu 2 bungkus marloboro light sekarang setengah bungkus pun ga habis padahal masalah saya di cholesterol loh bukan di pernafasan… mungkin ini karena saya ga merasa saya butuh rokok dan saya merasakan tubuh meminta oxigen lebih banyak lagi… jadi saya kedepan memang sudah bisa mengganti rokok dengan protein bar…
Yg mau saya katakan disini sebenarnya adalah memang terkadang saya (ga tau yg lain gimana ya??) kalau kena dulu batunya baru deh berhenti… mungkin ini yg dimaksud mas romi rafael… harus ada dulu niat dalam diri…
dan satuhal yg masih saya dengar dari teman saya kebanyakan. yaitu hidup olah raga dan diet justru membuat pengeluaran menambah…
Tetapi dalam kasus saya justru saya bisa menghemat 1 juta lebih tiap bulan karena merubah pola makan ke diet tinggi protein, rendah lemak dan karbohidrat…
NEVER GIVE UP ! Betul 10.000% Den.
dan kemauan dari diri sendiri adalah alamat menuju keberhasilan. Apapun yg kita kejar kalo gak dengan niat n asa yg cuma 1/2 mending jangan deh, BUANG WAKTU !
Untuk nge gymnya memang masih banyak yg membabi buta tuh Den, susah ngingetinnya.
Trus masih banyak cewek yg berpikiran bahwa fitness itu akan bikin badan mereka kekar ha ha ha ha gmana nehh, kayaknya harus dihipnotis
artikel keren………..
@Sisilia, Hypnotis bisa membantu KALAU motivasi dari dalam dirinya sendiri sudah ada. Kalau ga ada motivasi sama sekali, ga bisa di hypno. Butuh Turning Point itu tadi
na ko, gimana orang dapet turning pointnya itu?
kan banyakan orang kalo udah kepepet diputus pacar apa gimana baru diet mati2an
ak ada sih motivasi diet, tapi kadang itu ga tahan godaan, bau makanan enak2 ap ngliat coklat trus jadi tergoda n ngelepas diet…
biar bisa tetep konsisten itu gmn ya?
Cherry, nah itu dia, kalo orang suka ngerokok trus turning pointnya adalah ketika dia SHOCK di vonis kanker paru2. Sesuatu yang bikin dia shock itu namanya turining point.
Supaya bisa konsisten? tunggu artikelku berikutnya ya:) itu kan masih bersambung:)
bro…bantu saya berhenti merokok,pdhl saya dah ada kemauan.Tapi kadang2 lupa utk tdk merokok.Pdhl diet ketat bs saya lakukan,tp koq utk stop merokok ssh bangat….!
hmm can’t wait XD
@Muhar, hahahaha, lucu juga bisa lupa untuk TIDAK merokok. Nanti di artikel berikutnya ada 1 tips untuk membantu (blm tentu menyelesaikan tetapi paling tidak bisa membantu).
Yang saya tahu motivasi itu ada beberapa cara , kebanyakan adalah 2 hal yaitu HADIAH dan HUKUMAN.
Jadi kita mau melakukan sesuatu kalau akan mendapat sesuatu yang mengembirakan (hadiah), misalnya mau melakukan diet karena kita tahu akan mendapat hadiah ( badan langsing, sehat dsb).
Tapi ada juga yg mau melakukan sesuatu karena takut hukuman, misalnya mau ngatur pola makan dan olah raga karena takut kegemukan, penyakitan dsb. Jadi mana yang paling mempengaruhi diri kita hadiah atau hukuman? Hanya diri kita yang tahu……
menurut aku sih,motivasi diri sangat penting, agar dorongan pribadi untuk berbuat sesuatu yang positip bisa berjalan contohnya mau olah raga itu malas tanpa ada niat yang kuat dari diri sendiri.
Yess it’S TRUE.
[...] memperlihatkan pada Anda jika Anda gagal, sehingga Anda dapat memperbaikinya. Hal ini juga menambah motivasi Anda untuk tetap berlatih teratur dan melihat seberapa jauh usaha dan hasil dari latihan Anda. Jadi [...]
[...] mudah, tetapi dalam prakteknya, sering kali sulit. Tetapi hal itu pasti dapat dilakukan, asalkan motivasi Anda untuk berdiet sudah [...]